sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

DPR sebut bentrokan TNI-Polri di luar batas toleransi

DPR sesalkan berulangnya bentrokan anggota TNI dengan Polri.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Senin, 13 Apr 2020 20:02 WIB
DPR sebut bentrokan TNI-Polri di luar batas toleransi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani menyesalkan berulangnya bentrokan antara anggota TNI dan Polri di wilayah Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, Minggu (13/4).

Menurut Arsul, bentrokan yang melibatkan antardua intitusi tersebut sudah jauh di luar batas yang tidak dapat ditoleransi. Apalagi telah memakan korban jiwa.

"Di luar batas yang bisa ditoleransi karena sampai mengakibatkan korban jiwa (3) orang, dan beberapa lainnya luka-luka. Yang kedua, melihat realitas bahwa bentrokan ini masih saja terjadi," papar Arsul saat dihungi wartwan, Senin (13/2).

Atas dasar itu, Arsul memerintahkan agar kekompakan Panglima TNI dengan Kapolri tidak berhenti pada level pemegang komando saja.

Lebih penting, lanjut politisi PPP ini, justru kekompakan pada level prajurit TNI dan jajaran Polri di lapangan yang wajib dipelihara.

"Kembalinya Papua dan benturan antara anggota TNI dengan anggota Polri mengulang dimana tercatat kasus, ada kasus di Batam, Karawang, Lanny Jaya Papua dll," jelasnya.

Keadaan ini juga dinilai seperti menunjukkan, bahwa sejumlah anggota TNI dan Polri di bawah tidak peduli dengan upaya membangun soliditas yang terus menerus dilakukan oleh Panglima TNI dan Kapolri. Apalagi mengingat di tengah pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Kamal mengatakan, bentrokan terjadi sekitar Pukul 07.40 WIT. Adapaun latar belakang dari bentrokan itu adalah kesalahpahaman.

Sponsored

"Insiden yang terjadi di pertigaan jalan Pemda I itu diduga akibat kesalahpahaman antara oknum anggota satgas pamrahwan Yonif 755/Kostrad dengan anggota Polres Mamberamo Raya," ucap Kamal.

Lantaran bentrokan ini, setidaknya ada lima korban. Tiga di antaranya meninggal dunia, yakni Briptu Marcelino Rumaikewi, Briptu Alexander Ndun dan Bripda Yosias Dibangga.

Atas kejadian ini, Pangdam Cendrawasih/XVII Mayjen TNI, Herman Asaribab menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh jajaran Polri, terutama Kepolisian Daerah (Polda) Papua.

Herman memastikan, peristiwa itu tidak akan terulang lagi di Papua. "Jajaran TNI menyampaikan permohonan maaf ke seluruh Jajaran Polri maupun Polda Papua terkait hal ini," tuturnya dalam keterangan resminya, Senin (13/4).

Menurut Herman, tiga jenazah tersebut telah diberangkatkan ke daerah asalnya untuk dimakamkan, sebagai wujud belasungkawa.

Lebih lanjut Herman mengatakan, tim investigasi sudah bergerak untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memproses hukum para pelaku yang terlibat pada insiden penembakan tersebut.

"Kami tetap akan melakukan tindakan hukum ke para pelaku," katanya.

Ia pun menyampaikan harapannya agar sinergisitas TNI dan Polri tidak terganggu dengan adanya peristiwa tersebut. 

"Saya berharap TNI-Polri tetap jaga sinergitas dan jaga kedamaian yang berada di Papua," ujarnya.

Berita Lainnya