sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

DPRD DKI: Tak etis gunakan fasilitas BUMD dukung Anies sebagai Capres 2024

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono mendesak, jajaran Komisaris dan Direksi PT Jaktour jelaskan ke publik.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Minggu, 09 Mei 2021 11:55 WIB
DPRD DKI: Tak etis gunakan fasilitas BUMD dukung Anies sebagai Capres 2024

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono, menilai, pemanfaatan Grand Cempaka Business Hotel sebagai pembentukan relawan Anies Baswedan sebagai Calon Presiden (Capres) 2024 sembrono.   

Masalahnya, Ketua Relawan Forum Bersama Indonesia (FBI) untuk Anies, merupakapan Komisaris Utama (Komut) PT Jakarta Tourisindo (Jaktour). "Ya, tak etis lah, mas. Hotel Grand Cempaka adalah unit usaha perusahaan PT Jaktour. Ketua FBI Komut Jaktour. Kan, tak etis," kata Gembong dalam keterangannya, Minggu (9/5). 

Dia menyayangkan, seorang pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memanfaatkan unit usahaanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DKI itu menambahkan, tidak ada masalah dalam pembentukan relawan itu. "Yang jadi masalah pejabat BUMD DKI menggunakan fasilitas milik Pemprov DKI," bebernya.

Anggota Komisi A DPRD DKI itu mengaku, enggak mempermasalahkan kehadiran Komut PT Jaktour dan salah seorang Direksi PAM JAYA dalam acara tersebut. Alasannya, menurut dia, itu merupakan hak politik individu masing-masing. 

"Yang jadi masalah pejabat setempat atau BUMD itu menggunakan fasilitas BUMD," tegas dia.

Dia berkeyakinan, Gubernur DKI mengetahui pembentukan relawan Anies Baswedan sebagai Capres 2024 yang menggunakan fasilitas milik BUMD DKI. "Saya berharap jajaran Komisaris dan Direksi PT Jaktour menjelaskan masalah ini ke publik," tandasnya.   

Sebelumnya, pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Reza Hariyadi, menilai, jika ada pejabat BUMD di DKI yang sudah mendukung Anies sebagai Capres 2024 sangat tak etis.

"Saya sayangkan saja, kalau memang benar Komut Jaktour membentuk relawan. tak etis lah. Ini jadi beban Gubernur DKI Anies Baswedan," kata Reza dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/5).

Sponsored

Dia menjelaskan, sebagai pejabat publik semestinya paham aturan main jika ingin mendukung Anies sebagai Capres. Artinya, harus mundur dari jabatannya agar tak mengganggu tata kelola bisnis perusahaan plat merah tersebut. 

Dia juga menyayangkan, Komut Jaktour kedapatan mengadakan buka bersama di unit usaha perusahaan bersama Forum Bersama Indonesia (FBI), mendukung Anies sebagai Capres 2024. "Ini kan, mengganggu bisnis dan bisa dikatakan pemanfaatan jabatan. Ini tak etis," tegas Reza. 

Diketahui, Relawan FBI mengadakan acara di Grand Cempaka Business Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (4/5) malam. FBI pendukung Anies Baswedan sebagai Capres 2024.

Berita Lainnya