sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dua pasang pengantin di Surabaya tunda resepsi gegara corona

Khofifah pun memanggil keempatnya ke Grahadi. Lalu memberikan mereka hadiah.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Rabu, 25 Mar 2020 17:48 WIB
Dua pasang pengantin di Surabaya tunda resepsi <i>gegara</i> corona
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 557.877
Dirawat 77.969
Meninggal 17.355
Sembuh 462.553

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, mengundang dua pasang pengantin ke Grahadi di Kota Surabaya, Rabu (25/3). Usai melangsungkan akad nikah di Masjid Nasional Al Akbar, beberapa saat sebelumnya.

Kedua pasang pengantin itu diapresiasi dan diberi hadiah. Lantaran menunda resepsi pernikahan di tengah pandemi coronavirus baru (Covid-19) di Tanah Air.

"Sebenarnya, mereka ini sudah pesan gedung untuk resepsi. Tetapi, mereka mengikuti regulasi di tengah wabah Covid. Sehingga, nikahnya hanya akad saja. Resepsi ditunda," ucap Khofifah.

Mereka adalah pasangan Yavuz Ozdemir, (warga negara Turki) dan Irra Chorina Octora serta Amal Fatchullah dan Diana Anggraini. Tiga lainnya penduduk Surabaya.

Akad pun sekadar diikuti famili dekat. Jumlahnya terbatas. Masing-masing pasang mempelai hanya diperkenankan membawa lima anggota keluarga.

Khofifah mengklaim, undangan terhadap kedua pasang pengantin tersebut mendadak. Mengingat informasi yang diterimanya pukul 09.00 tadi.

"Saya sengaja mengundang ke sini, supaya keduanya bisa menginspirasi yang lain. Bahwa di kondisi seperti ini, mereka bisa mengendalikan diri untuk menunda resepsi pernikahan," tuturnya.

Masjid Al Akbar menerapkan protokol kesehatan kala akad berlangsung. Seperti ruang penyaringan (screening room), cek suhu tubuh (thermal gun), menggunakan masker, menerapkan jaga jarak fisik (physical distance), dan mencuci tangan menggunakan pembersih (hand sanitizer).

Sponsored

Khofifah sempat menitikkan air mata kala menerima kedua pasang pengantin ini. Seakan merasakan kesedihan yang dialami mereka. Mengingat momentum sakral hanya diikuti segelintir kerabat.

"Kembali saya mengimbau ke masyarakat. Agar tidak menggelar kegiatan yang mengundang keramaian. Tidak hadir dalam acara yang mengumpulkan massa. Lebih baik di rumah saja. Untuk menghindari potensi penularan virus," paparnya.

Sementara, seorang mempelai wanita, Irra, mengaku, awalnya kecewa dengan kebijakan cegah SARS-CoV-2. Lantaran menggagalkan rencana awal.

"Mulanya, saya bingung dan panik. Saat dengar anjuran dari pemerintah terkait wabah corona ini. Dan kami khawatir. Kami tidak bisa menikah," ungkapnya.

"Maka, kita usahakan di KUA. Dan pihak masjidnya, juga dikoordinasikan. Ternyata, kami bersyukur. Kami tetap bisa melaksanakan pernikahan," kata dia.

Irra bersama suami awalnya, hendak menikah pada 29 Maret. Namun, pasangannya meminta dipercepat. Cemas gagal mengucap "janji suci".

Meski harus mengubur mimpi menghadirkan 150 undangan resepsi yang telah dibagikan, dirinya bersama suami kini berupaya melobi pihak katering. Agar uang Rp32 juta yang telah dibayarkan bisa dikembalikan. Untuk modal mudik suaminya.

Di sisi lain, Irra senang dan merasa terhormat. Karena diundang Khofifah langsung ke Grahadi. Panggilan dianggap melipur kecewa.

"Terima kasih Ibu Gubernur. Kami mungkin akan menunda resepsi di hari lain," tutupnya.

Berita Lainnya