sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dugaan korupsi, MAKI desak pelimpahan berkas Bupati Membramo Raya

Boyamin menegaskan pelimpahan berkas tidak memerlukan izin Kemendagri.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Rabu, 28 Jul 2021 08:31 WIB
Dugaan korupsi, MAKI desak pelimpahan berkas Bupati Membramo Raya

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak segera dilimpahkannya berkas perkara kasus dugaan korupsi Bupati Mamberamo Raya, Papua, Dorinus Dasinapa.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, pelimpahan berkas perkara tidak membutuhkan izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Meskipun belum dilakukan penahanan, namun pelimpahan berkas perkara tetap bisa dilakukan.

"Saya mendesak untuk segera melimpahkan berkas perkara ke jaksa penuntut umum (JPU) karena tidak perlu ada izin Kemendagri,” kata Boyamin saat dikonfirmasi, Rabu (28/7).

Dia menerangkan, hanya penahanan di dalam proses penyidikan yang membutuhkan izin Kemendagri. Namun, apabila proses pemberkasan segera dilakukan, proses penahanan pun dapat dilakukan.

"Saat penuntutan maka jaksa berhak nahan dan tidak perlu izin siapapun, perlu izin Mendagri nahan saat perkara masih penyidikan. Bunyi aturannya begitu," tuturnya.

Terakhir, Polri menyatakan proses perizinan penahanan di Kemendagri sedang diproses. Kemudian, penyidik juga belum melakukan pelimpahan berkas ke JPU sampai adanya izin Kemendagri.

"Belum (dilimpahkan berkasnya ke JPU), masih menunggu izin Mendagri," tutur Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal saat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat (23/7).

Diketahui, Bupati Mamberamo Raya, Dorinus Dasinapa diduga menggunakan uang korupsi dana penanganan Covid-19 untuk mahar partai politik dalam Pilkada 2020. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana Covid-19 mencapai Rp3,1 miliar.

Sponsored

"Untuk mahar partai pengurus saudara Dorinus Dasinapa senilai Rp2 miliar dan digunakan untuk kepentingan pribadi saudara Dorinus Dasinapa selaku Bupati Mamberamo Raya senilai Rp1,1 miliar," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan tertulis, Rabu (30/6).

Kamal menyebut Pemkab Mamberamo Raya mendapat dana Rp23,8 miliar untuk penanganan Covid-19. Namun, Dorinus Dasinapa  bersama tersangka lain hanya menggunakan dana tersebut Rp20,7 miliar. Sisa anggaran diduga dipakai untuk kepentingan politik dan pribadi.

Berita Lainnya