sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dukung BPOM, Kapuspen: Vaksin Nusantara bukan program TNI

TNI mendukung pengembangan vaksin Covid-19 jika memenuhi syarat yang ditetapkan BPOM.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 19 Apr 2021 18:13 WIB
Dukung BPOM, Kapuspen: Vaksin Nusantara bukan program TNI

Mabes TNI menegaskan, vaksin Nusantara yang diusung bekas Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, bukan bagian dari programnya.

“Program vaksin Nusantara bukan program dari TNI,” ujar Kapuspen TNI, Mayjen Achmad Riad, dalam keterangan tertulis, Senin (19/4).

TNI, terangnya, mendukung berbagai inovasi, seperti vaksin dan obat-obatan untuk penanggulangan Covid-19. Namun, dukungan diberikan jika memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) macam memenuhi standar kelayakan, keamanan, dan efikasi (kemanjuran).

Kapuskes TNI, Mayjen Tugas Ratmono, menambahkan, pihaknya hanya mendukung inovasi vaksin Covid-19 yang menjunjung kaidah keilmuan dan melewati berbagai tahapan penelitian.

"Kesehatan TNI mempunyai aturan dalam hal kerja sama antara lingkup nasional maupun internasional dan ini sudah tertuang di suatu keputusan Panglima TNI," jelasnya.

"Kerja sama bisa dilakukan sesuai dengan fase-fase dari suatu penelitian. Kalau kita lihat penelitian ini, terutama dalam uji klinis, ada beberapa fase mulai dari fase 1, 2, 3, dan 4, yang mana fase-fase tertentu bisa dilakukan dengan suatu multy center study," imbuh dia.

Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito, sebelumnya menilai, pengembangan vaksin Nusantara tak memenuhi kaidah praktik uji klinik yang baik (good clinical practice/GCP). Dirinya mengingatkan, seluruh tahapan penelitian dan pengembangan harus sesuai dan mengikuti persyaratan good laboratory practice (GLP) dan good manufacturing practice (GMP) untuk menghasilkan vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu.

"Terkait dengan vaksin dendritik, tentunya itu tahapan yang sudah selesai di tahapan kami, ya. Kami sudah menilai uji klinik fase I-nya. Penilaian sudah diberikan sesuai dengan standar-standar yang harus berlaku," urainya.

Sponsored

Penny memaparkan, semua pengembangan vaksin Covid-19 harus mengikuti berbagai tahapan uji klinik. Tidak boleh ada tahapan yang dilewati ataupun diabaikan. "Tentunya (vaksin Nusantara) akan kembali lagi juga ke tahapan belakang (uji klinis fase I), tdak bisa lagi melangkah (melanjutkan, red)."

Berita Lainnya