sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BPOM jelaskan efek samping dan efikasi vaksin AstraZeneca

Efek samping yang dilaporkan ringan hingga sedang.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 09 Mar 2021 15:33 WIB
BPOM jelaskan efek samping dan efikasi vaksin AstraZeneca

Berdasarkan hasil uji klinis terhadap 23.745 subjek, pemberian dua dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca dengan interval 4-12 minggu terbukti aman dan dapat ditoleransi dengan baik.

Efek samping yang dilaporkan ringan hingga sedang, seperti nyeri saat ditekan (area disuntik), kemerahan, gatal, hingga pembengkakan. Sementara reaksi sistemik, efek sampingnya seperti, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, meriang, nyeri sendi, mual, demam, dan muntah.

“Efek samping KIPI (kejadian ikutan pasca-imunisasi) yang banyak kami dengar dari luar negeri, tentunya bisa saja terjadi. Respons individu bisa berbeda. Jadi, bisa ada beberapa kejadian cukup serius, tentunya masing-masing otoritas obat di negara masing-masing akan melakukan investigasi dan akan disampaikan secara transparan pada masyarakat dunia,” ujar Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito dalam keterangan pers virtual, Selasa (9/2).

Indonesia, akan tetap melakukan program vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca menyusul sejumlah negara yang lebih dulu menerbitkan penggunaan izin darurat (emergency use authorization/EUA). Misalnya, Inggris, Uni Eropa, Saudi Arabia, Malaysia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Maroko, Pakistan, hingga Mesir.

BPOM pun telah menerbitkan EUA untuk vaksin Covid-19 yang dikembangkan AstraZeneca (Belgia) bersama Oxford University, Inggris.

“Berdasarkan hasil evaluasi tersebut dan juga pertimbangan manfaat risiko, maka BPOM telah menerbitkan penggunaan izin darurat (terhadap vaksin Covid-19 AstraZeneca) pada 22 Februari 2021 yang lalu dengan nomor EUA 2158100143A1,” ucapnya.

Merujuk hasil evaluasi khasiat, pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat merangsang pembentukan antibodi baik populasi dewasa maupun lansia. Setelah penyuntikan dosis kedua, populasi dewasa dengan rentang usia 18-60 tahun, antibodinya akan mengalami peningkatan 32 kali. Sedangkan untuk lansia di atas 60 tahun, antibodinya hanya akan mengalami peningkatan 21 kali.

Berdasarkan pemantauan selama dua bulan pasca-penyuntikan dosis kedua, efikasi (kemanjuran) vaksin Covid-19 AstraZeneca sebesar 62% dan sudah sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau di atas 50%. Pengambilan keputusan persetujuan dikeluarkannya EUA berdasarkan rekomendasi dari hasil rapat pleno Komite Nasional Penilai Obat dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Sponsored
Berita Lainnya