sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Efikasi Sinovac 65,3%, bagaimana memahaminya?

Efikasi itu sebetulnya harus diterima sebagai pengurangan risiko terinfeksi pada kelompok vaksinasi relatif.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Minggu, 17 Jan 2021 21:47 WIB
Efikasi Sinovac 65,3%, bagaimana memahaminya?
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Pemerintah Indonesia resmi memulai vaksinasi Covid-19 pada 13 Januari 2021. Untuk saat ini, vaksin Covid-19 buatan Sinovac menjadi pilihan pemerintah.

Namun, beberapa keraguan dan pertanyaan muncul di publik akibat angka efikasi vaksin Sinovac yang hanya 65,3%. Angka ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan efikasi vaksin lainnya.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio menjelaskan, angka efikasi 65,3% bukan berarti bahwa apabila 100 orang divaksin, 65 orang akan kebal, dan 35 orang tidak kebal.

"Efikasi itu sebetulnya harus diterima sebagai pengurangan risiko terinfeksi pada kelompok vaksinasi relatif. Artinya, orang yang menerima vaksinasi Sinovac, risiko terinfeksi Covid-19 berkurang 65%," kata Amin dalam interview dengan Alinea.id, Minggu (17/1).

Meskipun, vaksin Sinovac memiliki efikasi di bawah vaksin lain, tetapi Amin memandang saat ini belum ada satu studi yang membandingkan vaksin satu sama lain. Masing-masing pembuat vaksin melakukan klaim angka efikasi tersebut.

"Angka yang diklaim 90% adalah yang muncul di media sosial. Bukan angka yang resmi dari badan setempat. Semua berdasarkan hasil sementara. Kita mesti waspada juga," ucapnya.

Dia menuturkan, kinerja vaksin dipengaruhi berbagai hal, seperti etnis, latar belakang genetik, gaya hidup, hingga rentang usia.

Lebih lanjut, Amin menjelaskan efikasi diperoleh ketika vaksin masih dalam fase uji klinis. Dalam fase tersebut, subjek vaksin masih terkontrol. Begitu pula dengan kondisi vaksin.

Sponsored

Dengan begitu, kata Amin, angka efikasi belum bisa menentukan efektivitas vaksin Covid-19. Sebab, apabila vaksin tersebut telah diberikan ke masyarakat luas, dengan berbagai hambatan pengiriman, efektivitas vaksin bisa berubah.

"Di Indonesia misalnya, ada banyak daerah yang harus menempuh jalan yang sulit, berhari-hari, harus dibawa sepeda motor, digendong menyeberangi sungai. Itu akan mempengaruhi kualitas dan mempengaruhi hitungan efektivitas," ujar dia.

Jadi, ujar Amin, apabila suatu vaksin memiliki efikasi tinggi, belum tentu ketika di lapangan akan mencapai efektivitas tinggi. Apalagi, beberapa jenis vaksin harus disimpan dalam suhu -20 derajat celcius, maka akan susah membawa vaksin tersebut ke daerah terpencil.

Serba salah vaksin Nusantara

Serba salah vaksin Nusantara

Senin, 01 Mar 2021 06:17 WIB
Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Menghindari 'Jebakan Batman' DP rumah 0%

Jumat, 26 Feb 2021 15:24 WIB
Berita Lainnya

Jokowi Presiden, wajar disambut massa

Minggu, 28 Feb 2021 09:17 WIB

Catatan Setahun Penanganan Pandemi Covid-19

Senin, 01 Mar 2021 15:41 WIB

Rekomendasi drakor terbaru di Viu

Senin, 01 Mar 2021 20:39 WIB