sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Epidemiolog UGM ingatkan potensi munculnya klaster pengungsian

Tingginya potensi lahirnya klaster pengungsian dikarenakan potensi orang berkumpul dari berbagai area.

Hermansah
Hermansah Kamis, 17 Sep 2020 07:56 WIB
Epidemiolog UGM ingatkan potensi munculnya klaster pengungsian
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 291182
Dirawat 61839
Meninggal 10856
Sembuh 218487

Epidemiolog dari UGM Citra Indriani mengingatkan adanya kemungkinan munculnya klaster
pengungsian akibat bencana alam di tengah pandemi Covid-19.

"Potensi terjadi klaster Covid-19 di tengah pengungsian cukup besar," katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9).

Tingginya potensi lahirnya klaster pengungsian dikarenakan potensi orang berkumpul dari berbagai area cukup besar. Selain itu, untuk menerapkan protokol jaga jarak juga tidak memungkinkan karena jumlah orang terdampak dengan luas area pengungsian tidak sebanding.

Perilaku mengabaikan protokol kesehatan di saat banjir,  kemungkinan besar dapat terjadi pada para pengungsi. Hal tersebut dikarenakan para pengungsi lebih fokus untuk menyelamatkan diri dari bencana.

Saat disinggung tentang kemungkinan penularan coronavirus melalui banjir, dosen FKKMK UGM ini mengatakan, belum ada laporan penularan melalui air. Dia menyebutkan penularan utama Covid-19 melalui droplet atau percikan bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi Covid-19 yang berada pada periode infeksius.

Sementara, penularan tidak langsung terjadi ketika kontak dengan permukaan benda yang terkontaminasi coronavirus.

Lantas bagaimana upaya mengantisipasi agar tidak muncul klaster pengungsian? Citra menegaskan
perlunya pemetaan area rawan bencana. Lalu, untuk upaya mitigasi ditambah dengan mitigasi untuk
mencegah terjadinya klaster Covid-19 di barak pengungsian.

"Kenapa bisa terjadi karena saat ini transmisi Covid-19 masih terjadi bahkan menjadi transmisi
menetap di masyarakat. Kondisi yang tidak memungkinkan untuk menjaga jarak, mencuci tangan,
menggunakan masker akan mendorong terjadinya penularan," paparnya.

Sponsored

Seperti diketahui, banjir melanda sejumlah wilayah tanah air. Demikian pula potensi bencana
gunung api di beberapa daerah juga masih mengintai.

Terbaru banjir yang terjadi sejak Minggu (13/9) di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, mengakibatkan 720 jiwa mengungsi di 10 titik pengungsian. 

Merujuk data yang dikeluarkan Pusdalops BNPB pada Selasa (16/9) pukul 15.15 WIB, bencana banjir tersebut meluas hingga 10 kecamatan dan mengakibatkan 22.072 KK/88.288 jiwa terdampak, selain itu juga berdampak pada 20.460 rumah serta 196 unit fasilitas umum.

Berita Lainnya

, : WIB

, : WIB

, : WIB