sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Epidemiolog UI kritik Moeldoko dan uji klinik Ivermectin

Ia pun mengkritik KSP Moeldoko selaku Ketum HKTI yang telah mempromosikan dan mengedarkan obat Ivermectin.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Jumat, 02 Jul 2021 09:51 WIB
Epidemiolog UI kritik Moeldoko dan uji klinik Ivermectin

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerima persetujuan pelaksanaan uji klinis (PPUK) Ivermectin sebagai obat Covid-19. Ahli epidemiologi dan biostatistik Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mencium aroma trik komersialisasi obat Ivermectin.

Apalagi India menghentikan penggunaan Ivermectin pada pasien Covid-19. Di sisi lain, Badan Kesehatan Dunia (WHO), Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), hingga European Medicines Agency tidak menyarankan Ivermectin sebagai obat Covid-19.

“Kalau jualan kayak gitu, bisa mencegah, bisa mengobati. Apapun sembuh (terpapar varian baru Covid-19 pun diklaim bisa sembuh,” ucapnya saat dihubung Alinea.id, Kamis (1/7).

Ia pun mengkritik Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko selaku Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang telah mempromosikan dan mengedarkan obat Ivermectin. Padahal, dokter saja dilarang mempromosikan obat. Sebagai obat keras, Ivermectin juga tidak boleh dibeli tanpa resep dokter.

“Itu ngapain sih Moeldoko? Itu bukan tugas dia. Ngawur dia. Pejabat semacam Moeldoko ngawur ketika mendistribusikan (obat Ivermectin). Dia sudah melanggar etika publik yang tidak termaafkan,” tutur Pandu.

BPOM saat ini, kata dia, kembali diuji integritasnya. Ia mengaku mendukung BPOM ketika masih menjaga integritasnya. Jika sudah ada konflik kepentingan dan BPOM berhasil ditekan Moeldoko dan Menteri BUMN Erick Thohir, maka dirinya siap mengkritik. Proposal uji klinik Ivermectin dicurigai dibuat dalam waktu singkat, karena memang bukan unjuk diuji klinik, tetapi promosi.

“Ketika uji kliniknya baru mau mulai, (sudah) jualan, saya mau produksi 4,5 juta (tablet Ivermectin per bulan). Jadi, yang enggak tahu kalau masih tahap uji klinik, dia akan beli,” ujar Pandu.

Sebelumnya Chief Medical Office FLCCC Pierre Kory mengklaim, Ivermectin telah digunakan di 33 negara melalui 60 uji klinis dengan melibatkan 549 ilmuwan dan 18,931 pasien Covid-19. Bahkan, diklaim dapat menghalang perkembangan varian baru Covid-19 seperti varian asal Inggris, Vietnam dan India. 

Sponsored

"Hasilnya luar biasa membuktikan bahwa ivermectin sangat efektif sebagai obat pencegahan maupun penyembuhan penyakit Covid-19. Sebagai obat pencegahan, atau profilaksis, Ivermectin efektif melawan Covid-19 rata-rata sebesar 85%, sebagai pengobatan dini 76%, dan dapat mengurangi tingkat kematian sebesar 70%," ujar Chief Medical Office FLCCC Pierre Kory dalam keterangan tertulis, Senin (28/6).

FLCCC telah bersurat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Ivermectin dapat menyelamatkan rakyat dari ancaman Covid-19. Pembagian Ivermectin di Indonesia telah dilakukan pada Selasa (8/6) oleh Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko, di beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Kudus, Demak, Sragen, Bangkalan hingga Kalimantan Barat.

"Selaku Ketua HKTI, kami mengambil inisiatif untuk mengedarkan sebanyak 32,900 tablet melalui HKTI. Hasil sementara yang ditunjukan sangat baik dan terlihat efektif dalam menyembuhkan Covid-19," ucapnya.

Berita Lainnya