sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Fahri: Presiden jangan cuma beri imbauan datar soal Papua

"Perkembangan terbaru di Papua memerlukan langkah-langkah yang luar biasa dari Presiden."

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Jumat, 30 Agst 2019 09:54 WIB
Fahri: Presiden jangan cuma beri imbauan datar soal Papua
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai Presiden Joko Widodo perlu mengambil kebijakan yang membangun kepercayaan masyarakat Papua. Fahri menyayangkan sikap Presiden yang dinilainya hanya memberi imbauan datar.

Padahal, Fahri menilai, persoalan Papua saat ini berada dalam kondisi genting. Karena itu, Presiden perlu menjelaskan rencana dan tindakan yang akan diambil guna membangun kepercayaan masyarakat, khusunya Papua.

"Perkembangan terbaru di Papua memerlukan langkah-langkah yang luar biasa dari Presiden, tidak bisa Presiden hanya mengeluarkan himbauan-himbauan yang datar dalam situasi seperti sekarang," kata Fahri di Jakarta, Jumat (30/8).

Dia menilai pemerintah perlu melakukan dua pendekatan berbeda dalam mengatasi situasi di Papua. Pertama, pemerintah harus mendengarkan tuntutan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan jangka pendek. Kedua, pemerintah harus membangun pengertian jangka panjang guna menghindari terjadinya kembali gejolak di Tanah Papua.

Bagi Fahri, sikap Jokowi sejauh ini terlalu datar dalam menyikapi persoalan Papua. Padahal ada pihak-pihak yang memanfaatkan persoalan di Papua, untuk mempermasalahkannya di dunia internasional.

Fahri pun mendesak Presiden agar segera mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menyelesaikan persoalan Papua. Fahri menyebut, apa yang terjadi di Papua bukanlah persoalan kecil.

"Kalau dianggap kecil, itu salah. Persoalan ini ada akar terdalamnya ya, dan akar terdalamnya itu ada dalam hati yang tidak mudah kita baca dengan kasat mata," katanya.

Gejolah di Tanah Papua bermula dari insiden kekerasan terhadap mahasiswa di Malang dan Surabaya. Kekerasan verbal berupa ujaran rasial saat pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, membuat ribuan warga Papua berunjuk rasa.

Sponsored

Namun sejumlah unjuk rasa yang digelar warga berakhir dengan kerusuhan. Tuntutan warga dalam sejumlah aksi unjuk rasa juga mulai bergeser pada isu referendum untuk memisahkan diri dari Indonesia. (Ant)

Berita Lainnya

PPKM dan prokes ketat bisa tekan Covid-19

Senin, 25 Jan 2021 22:06 WIB

Polri diminta usut motif dana asing ke FPI

Selasa, 26 Jan 2021 13:05 WIB
×
img