sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Filipina setujui penggunaan darurat vaksin Covid-19 AstraZeneca

Semua efek samping yang dipantau terbukti ringan, mirip dengan reaksi terhadap suntikan flu pada umumnya.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 29 Jan 2021 19:09 WIB
Filipina setujui penggunaan darurat vaksin Covid-19 AstraZeneca

Administrasi Makanan dan Obat Filipina (FDA) telah menyetujui vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca. Hal ini untuk penggunaan darurat (EUA), menjadikannya vaksin kedua yang diberikan otorisasi serupa di negara tersebut.

Direktur Jenderal FDA, Eric Domingo pada Kamis (28/1) mengatakan, tidak ada masalah keamanan terkait dengan vaksin AstraZeneca setelah peninjauan yang ketat.

Dia menjelaskan bahwa dua dosis vaksin yang diproduksi di Inggris, yang diberikan dengan selang waktu empat hingga 12 minggu, hanya dapat diterima oleh orang yang berusia 18 tahun ke atas, tidak termasuk wanita hamil.

"Diputuskan bahwa semua persyaratan untuk EUA dapat dipenuhi. Manfaat menggunakan vaksin lebih besar daripada risiko yang diketahui dan berpotensi terjadi," tuturnya.

Eric melanjutkan, semua efek samping yang dipantau terbukti ringan, mirip dengan reaksi terhadap suntikan flu pada umumnya.

"Mereka hanya mengeluhkan nyeri pada area suntikan, demam ringan, dan sakit kepala," tambah dia.

AstraZeneca pada November 2020 menyatakan, vaksin tersebut, yang dikembangkan bersama Oxford University, menunjukkan kemanjuran rata-rata 70% setelah menerima dua dosis yang diperlukan.

Namun, Kepala FDA mengungkapkan, tingkat kemanjuran untuk dosis pertama AstraZeneca adalah 70%, tetapi membaik setelah dosis kedua diberikan.

Sponsored

Vaksin milik AstraZeneca terlihat lebih mudah untuk diangkut dan didistribusikan karena tidak perlu disimpan pada suhu beku.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menunjukkan bahwa produk tersebut dapat disimpan dan stabil pada suhu dua hingga delapan derajat celcius.

Filipina telah memperoleh 17 juta dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca melalui perjanjian dengan sektor swasta dan unit pemerintah daerah. Lebih dari 300 perusahaan dan 39 pemda dari seluruh negeri ikut serta untuk membeli dosis vaksin.

Domingo mengatakan, pemerintah pusat dan semua pihak lain yang terlibat dalam kesepakatan tersebut sekarang dapat menggunakan vaksin untuk penggunaan darurat. Namun, dia menekankan bahwa vaksin AstraZeneca tidak dapat didistribusikan secara komersial di apotek, klinik, atau rumah sakit tanpa izin edar dan sertifikat registrasi produk.

Vaksin Covid-19 milik Pfizer-BioNTech adalah yang pertama mendapatkan EUA di Filipina. Perusahaan Rusia, Gamaleya Research Institute, pembuat obat asal China, Sinovac Biotech, serta distributor COVAXIN India juga memiliki telah mengajukan aplikasi EUA yang belum masih ditinjau. (CNN)

Berita Lainnya