sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

FPI kukuh tuding ada pihak halangi Rizieq Shihab mudik

Front Pembela Islam (FPI) berkukuh menuding ada pihak yang menghalangi Habib Rizieq Shihab mudik ke Indonesia.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Senin, 15 Jul 2019 23:54 WIB
FPI kukuh tuding ada pihak halangi Rizieq Shihab mudik

Front Pembela Islam (FPI) berkukuh menuding ada pihak yang menghalangi Habib Rizieq Shihab mudik ke Indonesia.

Sekretaris Jenderal FPI Munarman menuding ada pihak-pihak yang menghalangi Rizieq Shihab untuk kembali ke Indonesia. Sehingga, Imam Besar FPI itu tak kunjung pulang dari Arab Saudi.

Ia mengatakan, sebenarnya Rizieq bukan tak ingin pulang, melainkan terhalang oleh pihak yang tak menginginkannya kembali ke Indonesia.

Munarman mengungkapkan, Rizieq tertahan oleh pemerintah Arab Saudi, lantaran ada permintaaan dari pihak dalam negeri.

"Soal kepulangan Habib Rizieq Shihab, jadi saya katakan Rizieq Shihab itu bukan enggak mau pulang. Tapi ada pencegahan dari pihak Arab Saudi yang diminta dari pihak sini," katanya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (15/7).

Munarman menuturkan, saat dirinya menemui Rizieq di Makkah, ia sempat diberi tahu Rizieq bahwa ada pihak dalam negeri yang mengahalanginya kembali ke Indonesia. Namun kala ditanyakan siapa pihak tersebut, Munarman enggan mengungkapkannya dan hanya menegaskan "dari pihak sini pokoknya," kata dia singkat.

Lebih lanjut, saat ditanya apakah kepulangan Rizieq akan dibahas dalam ijtima ulama ke-4 yang bakal digelar Agustus nanti, ia berkelit dan enggan menjawabnya secara lugas.

"Hal itu sudah kami perjuangkan sejak ijtima ulama 1, ijtima ulama 2 juga, jadi sebelum itu sudah kami perjuangkan," ujarnya.

Sponsored

Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan tidak ada yang melarang Rizieq Shihab kembali ke Tanah Air. 

"Ya, siapa yang pergi, siapa yang pulangin. Kan pergi, pergi sendiri? Kok dipulangin? Gimana sih? Emangnya kita yang ngusir? Kan enggak begitu," kata dia.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menyatakan bahwa halangan Rizieq pulang ke Tanah Air ialah karena harus membayar denda karena izin tinggalnya sudah habis.

Maftuh menerangkan bahwa Rizieq terbebani denda sebesar Rp110 juta karena overstay di Arab Saudi. Jika dihitung, Rizieq harus membayar Rp550 juta untuk lima orang anggota keluarganya.

Jika Rizieq tidak mau membayar, maka bisa menunggu pemberian amnesti alias pengampunan dari Kerajaan Arab Saudi untuk mereka yang kelebihan izin tinggal. 

Tiga tahun silam, Kerajaan Arab Saudi pernah mengeluarkan amnesti untuk para pelanggar izin tinggal. Selain itu, Rizieq secara ekstrem bisa mendatangi imigrasi agar ditangkap lantaran overstay untuk kemudian dideportasi dari Arab Saudi.