sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ganjar imbau masyarakat tenang pascaledakan bom Kertasura

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat di provinsi ini untuk tenang dan tetap beraktivitas seperti biasa pascaledakan bom.

Sukirno
Sukirno Selasa, 04 Jun 2019 02:58 WIB
Ganjar imbau masyarakat tenang pascaledakan bom Kertasura

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau masyarakat di provinsi ini untuk tenang dan tetap beraktivitas seperti biasa pascaledakan bom bunuh diri di Pos Pengamanan Pertigaan Tugu Tani Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin (3/6) malam.

"Masyarakat diimbau tetap beraktivitas seperti biasa, biarkan aparat kepolisian bekerja melakukan penanganan, mudah-mudahan segera diungkap motif dan identitas pelakunya," kata Ganjar saat dihubungi melalui telepon, Selasa (4/6) dini hari.

Kendati demikian, masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan ke pemerintah maupun TNI-Polri jika mengetahui atau melihat hal-hal yang mencurigakan sehingga bisa secepatnya ditindaklanjuti.

Selain itu, Ganjar juga meminta kepada semua pihak agar tidak menyebarluaskan rekaman visual foto maupun video terkait dengan ledakan bom bunuh diri di Kartasura.

"Barangkali lebih baik kalau tidak di-share dulu agar masyarakat tidak mendapat gambar-gambar atau visual yang mengerikan," ujarnya.

Ganjar mengungkapkan bahwa pihaknya bersama dengan jajaran TNI-Polri di Jateng mempersiapkan diri menghadapi gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat yang salah satunya berupa ancaman terorisme.

"Pak Kapolri saat Apel Siaga Operasi Ketupat sudah menyampaikan hal ini selalu diwaspadai termasuk gangguan terorisme, jadi saya kira secara mekanis, baik TNI maupun Polri sudah siapkan langkah-langkah penanganan karena ada oknum-oknum yang coba mengganggu ketenteraman serta kenyamanan yang ada di Jateng," katanya.

Sebuah ledakan bom bunuh diri di Pospam 1 Tugu Simpang Kertasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, terjadi pukul 22.20 WIB. / Antara Foto

Sponsored

Polri jadi sasaran

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Daniel menyatakan ledakan yang terjadi simpang tiga Tugu Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, merupakan serangan kepada petugas kepolisian.

"Ini serangan kepada petugas polisi dan ini bukan yang pertama. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir, tetap lanjutkan aktivitasnya. Kami tetap menjamin kelancaran pemudik," katanya di sela tinjauannya di lokasi kejadian, di Sukoharjo.

Terkait dengan ledakan tersebut, Rycko mengatakan satu orang menjadi korban yang juga diduga sebagai pelaku.

"Kami katakan sebagai pelaku karena bahan peledak yang meledak mengenai bagian tubuh korban. Saat ini pelaku dalam kondisi kritis di rumah sakit oleh kepolisian Polda Jateng dan Polres Kartasura," katanya.

Sesuai dengan prosedur penyelidikan yang ada, kata dia, proses yang saat ini dilakukan oleh petugas kepolisian, yaitu melakukan olah TKP untuk menentukan jenis bahan peledak, komposisi, dan profil pelaku.

"Sejauh ini belum ada korban lain. Tadi saat terjadi ledakan ada tujuh petugas polisi yang memantau arus mudik karena arus yang menuju selatan cukup padat. Empat petugas di dalam pos dan tiga bertugas di lalu lintas, alhamdulillah selamat," katanya.

Ia mengatakan saat ini kepolisian sedang mengembangkan kasus tersebut.

"Mudah-mudahan segera terungkap. Kalau langkah antisipasi yang kami lalukan sudah cukup maksimal. Kami menerapkan maximum security untuk semua tempat penjagaan dan pos layanan kepolisian. Petugas juga dilengkapi pengamanan," katanya.

Ia mengatakan semua kemungkinan akan dilakukan untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut.

"Imbauan kami kepada masyarakat bahwa kami terus menjaga keamanan, Insya Allah bisa dikendalikan," katanya.

Mobil ambulans milik kepolisian tiba di lokasi kejadian ledakan di Pospam Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (4/6). / Antara Foto

Pelaku kritis

Terduga pelaku bom bunuh diri di pertigaan Tugu Tani tepatnya di depan Pospam Tugu Kartasura dirujuk ke Rumah Sakit Ortopedi Jalan Slamet Riyadi.

Pelaku bom bunuh diri awalnya sempat mendapat pertolongan pertama di RS PKU Muhammadiyah yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian, tetapi kemudian dipindahkan ke RS Ortopedi.

Menurut dokter jaga RS PKU Muhammadiyah Kartasura Sukoharjo, Ahmad Farji Purna Aji, pelaku mulanya dibawa oleh polisi dengan mobil patroli ke RS Muhammadiyah.

Polisi membawa pelaku yang kondisinya luka parah dan tiba di rumah sakit sekitar pukul 24.00 WIB. Pasien mendapat perawatan di IGD dengan memberikan infus dan oksigen.

Beberapa luka robek telah mendapat pertolongan dengan dijahit. Namun, pelaku kemudian langsung dirujuk ke RS Ortopedi di Jalan Slamet Riyadi, Sukoharjo.

Berdasarkan informasi di lokasi kejadian pria yang diduga pelaku bom bunuh diri tersebut disebut-sebut identitasnya bernama Rafik dan tinggal di sekitar Desa Kebonan, Kartasura, Sukoharjo.

Sementara polisi Tim Inafis Polda Jateng hingga saat ini, masih melakukan oleh di tempat kejadian perkara, sedangkan sejumlah petugas sedang melakukan penjagaan ketat di lokasi kejadian. (Ant).