sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ganjil genap merupakan kebijakan 'rem darurat'

Volume lalu lintas di Jakarta terus menerus mengalami kenaikan.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Minggu, 02 Agst 2020 15:35 WIB
Ganjil genap merupakan kebijakan 'rem darurat'
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 135123
Dirawat 39290
Meninggal 6021
Sembuh 89618

Kebijakan ganjil genap merupakan 'rem darurat' atau emergency break untuk mencegah klaster Covid-19 di perkantoran. Hal tersebut, diatur melalui Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 51 tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI, Syafrin Liputo menyatakan, ganjil genap kembali diberlakukan setelah pihaknya melakukan evaluasi. "Hasil evaluasi yang terus kami lakukan, indikatornya adalah volume lalu lintas di Jakarta terus menerus ada kenaikan. Bahkan, volume lalu lintas di beberapa titik Jakarta telah melampaui sebelum masa pandemi Covid-19," kata Syafrin, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (2/8).

Dia mencontohkan di Cipete, Jakarta Selatan sebelum terjadi pandemi Covid-19 kondisi lalu lintas di sana sekitar 74.000 kendaraan per hari. Kemudian, saat ini angkanya sudah terlampaui menjadi 75.000 kendaraan per hari.

"Tujuan pengaturan tersebut muaranya adalah prinsip jaga jarak, baik di lingkungan kantor serta di pusat-pusat kegiatan," bebernya.

Dishub DKI, kata dia, mengindikasikan volume lalu lintas di Jakarta terus mengalami kenaikan setiap harinya selama pelaksanaan PSBB transisi. Selanjutnya, di Jalan Sudirman, Senayan, rata-rata volume lalu lintas sebelum masa pandemi itu sekitar 127.000 kendaraan per hari. Tetapi saat ini, sudah sekitar 145.000 kendaraan per hari.

Kondisi tersebut, menurut Syafrin, memperlihatkan upaya Pemprov DKI untuk tetap menjaga agar tidak terjadi kepadatan di perkantoran ataupun di pusat-pusat kegiatan, seolah-olah belum efektif berjalan.

"Perlu dipahami juga semenjak pemberlakuan SIKM (surat izin keluar masuk) Jakarta ditiadakan pada 14 Juli 2020, maka instrumen pembatasan pergerakan orang di Jakarta itu otomatis tidak ada lagi," kata dia.

Kebijakan, pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap menjadi satu instrumen upaya melakukan pembatasan pergerakan orang. "Kebijakan ganjil genap ini menjadi emergency brake yang diterapkan Pemprov DKI, di tengah pandemi Covid-19," bebernya. "Tetap tinggal di rumah saja, sehingga kami bisa segera mengatasi dan mencegah wabah ini semakin cepat," lanjut Syafrin.

Sponsored

Untuk diketahui, selama tiga hari ke depan, dari Senin (3/8) hingga Rabu (6/8), Ditlantas Polda Metro Jaya tidak memberlakukan penindakan. Polisi masih menerapkan sosialisasi bagi kendaraan roda empat yang melanggar kebijakan ini.

"Mulai Kamis (6/8), berbarengan dengan selesainya Operasi Patuh Jaya 2020,  barulah kami tindak kendaraan-kendaraan pelanggar aturan ganjil genap, baik secara manual maupun  elektronik," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Jakarta, Minggu (2/8).

Berita Lainnya