sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BMKG: Gempa 5,9 magnitudo di Pangandaran tidak berpotensi tsunami

BMKG meminta, warga waspada dengan gempa susulan dalam situs resminya.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Minggu, 25 Okt 2020 09:57 WIB
BMKG: Gempa 5,9 magnitudo di Pangandaran tidak berpotensi tsunami
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendeteksi gempa di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar) pada Minggu (25/10), pukul 07.56 WIB. Guncangan gempa juga dirasakan hingga Garut, Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Kuningan, Bandung, dan Sukabumi.

Gempa juga dirasa dibeberapa wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Di antaranya, Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Tegal, Kebumen, Kutoarjo, Kulonprogo, Gunung Kidul, dan Yogyakarta.

Berdasarkan data BMKG, gempa yang mengguncang Kabupaten Pangandaran ini berkekuatan 5,9 magnitudo.

Gempa berpusat di 8,22 Lintang Selatan dan 107,87 Bujur Timur atau tepatnya pada 90 kilometer barat daya dari Kabupaten Pangandaran. Berdasarkan keterangan BMKG, gempa yang berpusat di kedalaman 10 kilometer itu tak berpotensi tsunami.

Sponsored

"Gempa Mag:5.9, 25-Oct-20 07:56:45 WIB, Lok:8.22 LS,107.87 BT (90 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedalaman:10 Km, tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam akun media sosial resminya.

BMKG meminta, warga waspada dengan gempa susulan dalam situs resminya. "Hati-hati terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi," tulis BMKG.

Sementara itu, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyatakan, getaran gempa 5,9 magnitudo pada Minggu pagi ini terasa di Kabupaten Tasikmalaya hingga Kabupaten Cilacap, Jateng.

Berita Lainnya