sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gempa M 5,2 guncang Teluk Bintuni, ini analisis BMKG

Gempa bumi di Papua Barat merupakan jenis gempa bumi dangkal.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Senin, 25 Jan 2021 07:24 WIB
Gempa M 5,2 guncang Teluk Bintuni, ini analisis BMKG
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Gempa bumi tektonik Magnitudo 5,2 mengguncang Teluk Bintuni, Senin (25/1) pukul 01:42 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisis BMKG, gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 1,85 LS dan 133,48 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 34 km arah Barat Laut Kota Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, dengan kedalaman 10 km.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktifitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike_slip)," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, dalam keterangannya hari ini.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Sorong dengan skala II hingga III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah,terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Sponsored

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," lanjutnya.

Meski belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock), masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," pungkasnya.

Berita Lainnya

Ben Wheatley beri bocoran film Meg 2

Kamis, 15 Apr 2021 19:40 WIB

Pakar dukung penegakan aturan larangan mudik

Jumat, 16 Apr 2021 08:15 WIB

Ngotot mudik, kasus Covid-19 akan meroket

Kamis, 15 Apr 2021 19:09 WIB