sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gerakan Cinta Tenun Ikat, upaya angkat ekonomi masyarakat daerah tertinggal

Kegiatan ini merupakan rangkaian pelatihan pewarna alami dengan konsep live-in designer.

Tri Kurniawan
Tri Kurniawan Selasa, 24 Sep 2019 14:36 WIB
Gerakan Cinta Tenun Ikat, upaya angkat ekonomi masyarakat daerah tertinggal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 252923
Dirawat 58788
Meninggal 9837
Sembuh 184298

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi meluncurkan Gerakan Cinta Tenun Ikat dan Festival Budaya dalam rangka mendukung kearifan lokal di Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, Selasa (24/9).

Kegiatan ini merupakan rangkaian pelatihan pewarna alami dengan konsep live-in designer yang sudah dilakukan di Desa Boti, Kecamatan Kei, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pada pelatihan tersebut, sekitar 60 orang penenun dari 22 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dilatih mengembangkan pewarna alami.

Sri Mega Darmi, atau akrab dipanggil Riri Sandjojo, istri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, juga selaku Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemendes PDTT, dalam sambutannya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mencintai produk Indonesia.

"Kita harus mencintai budaya lokal, mendukung produk lokal, dengan membeli produk-produk lokal. Dan pesan Ibu Negara (Iriana Joko Widodo) kalau membeli produk lokal jangan ditawar," ujar Riri dibarengi tawa dan tepuk tangan para hadirin.

Melalui pewarnaan alam, sambung Riri, sudah turut serta dalam menjaga lingkungan, karena bahan-bahan yang digunakan langsung dari alam.

Ditemui di tempat yang sama, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo menyampaikan bahwa Dana Desa bisa dialokasikan untuk pengembangan tenun.

"Dana Desa misalnya, bisa digunakan untuk pengadaan benih kapas, maupun membeli benang. Jadi Dana Desa tidak melulu tentang membangun infrastruktur, tapi juga bisa digunakan dalam pengembangan produk unggulan, dalam hal ini tenun," ujar Samsul.

Pemanfaatan sumber daya alam berbasis lingkungan sangat penting untuk memastikan keberlanjutan ketersediaan sumber daya, dengan mempertimbangkan kapasitas daya tampung dan daya dukung lingkungan setempat. 

Sponsored

Menggeliatkan kembali pasar maupun produksi tenun tradisional NTT merupakan salah satu maksud dari kegiatan ini. Tujuan utamanya adalah mengangkat perekonomian masyarakat dengan memberdayakan sumber daya tenun maupun kerajinan, yang dipenuhi nilai budaya lokal tanpa memberikan dampak penurunan kualitas lingkungan serta dapat menjaga kelestarian lingkungan eksisting daerah. 

Dalam kegiatan ini, Kementerian Desa PDTT melalui Ditjen PDT menggandeng Bank NTT, Dekranasda Provinsi NTT, desainer Merdi Sihombing, dan Tokopedia. Bank NTT mengambil peran sebagai salah satu venture capital yang dapat mendukung akses permodalan. Dekranasda bisa melestarikan dan mengembangkan warisan budaya nusantara melalui pembinaan serta pengembangan seni kerajinan untuk mengangkat harkat martabat serta taraf hidup kesejahteraan para pengrajin Indonesia. 

Keterlibatan desainer Merdi Sihombing diharapkan bisa mentransfer ilmunya kepada masyarakat, khususnya para penenun maupun pemotif tenun. Tokopedia diharapkan bisa mendukung penjualan secara digital produk tenun dari daerah tertinggal.

Sebelum Desa Boti, kegiatan peningkatan nilai tambah tenun dan kerajinan dengan pewarna alami telah dilaksanakan di Desa Setanggor, Kabupaten Lombok Tengah, Desa Limboro, Kabupaten Donggala, dan Desa Lahusa Fau, Kabupaten Nias Selatan.

“Di Desa Lahusa Fau, Kabupaten Nias Selatan, yang baru dilaksanakan minggu lalu, pelatihan berfokus pada kerajinan kalabubu atau kerajinan tempurung kelapa sebagai aksesoris tambahan pendukung mode ramah lingkungan atau eco fashion," ucap Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup, Dwi Rudi Hartoyo yang juga selaku Ketua Panitia Peluncuran Gerakan Cinta Tenun Ikat dan Festival Budaya.

“Harapan kami, tercapai peningkatan kapasitas penenun, pemotif, maupun pebisnis produk tenun, sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas dengan pemanfaatan teknologi digital di era industri 4.0,” lanjut Rudi.

Kabupaten Wamena, Provinsi Papua direncanakan sebagai lokasi terakhir penyelenggaraan kegiatan peningkatan nilai tambah pewarna alam.

Berita Lainnya
×
img