logo alinea.id logo alinea.id

Gerindra dan Hanura pertanyakan manfaat keekonomian Formula E

"Apakah telah disiapkan formulasinya untuk melibatkan UMKM yang sebesar-besarnya di wilayah DKI Jakarta."

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 19 Agst 2019 22:05 WIB
Gerindra dan Hanura pertanyakan manfaat keekonomian Formula E

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra dan Partai Hanura mempertanyakan manfaat keekonomian penyelenggaraan turnamen Formula E di Ibu Kota. Fraksi Partai Gerindra pun meminta penjelasan pemprov terkait penambahan anggaran pembayaran commitment fee, penyelenggaraan event olahraga balap mobil internasional tersebut.

"Kami mendukung, namun dalam hal ini, kami memohon penjelasan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan event tersebut," kata anggota Fraksi Partai Gerindra Dwi Retna saat membacakan pemandangan umum dalam rapat paripurna perubahan APBD 2019 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (19/8).

Dia mengatakan, partainya mengakui kegiatan tersebut mampu menggerakkan perekonomian. Namun pihaknya mempertanyakan keterlibatan UMKM Jakarta dalam kegiatan tersebut. "Apakah telah disiapkan formulasinya untuk melibatkan UMKM yang sebesar-besarnya di wilayah DKI Jakarta," ujar Dwi.

Senada, Fraksi Hanura pun mempertanyakan manfaat keekonomian kegiatan tersebut bagi masyarakat Jakarta. Anggota Fraksi Partai Hanura Rahmatia Ayu Puspasari pun membandingkan manfaat keekonomian dalam penyelenggaraan Asian Games sebelumnya.

"Apakah dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jakarta? Mengingat event Asian Games yang diselenggarakan di Jakarta pada 2018 pertumbuhan ekonomi Jakarta malah menurun dibanding 2017," kata Rahmatia saat membacakan pandangan umum fraksinya.

Menanggapi hal ini, Anies mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyejajarkan kota Jakarta dengan kota-kota besar lainnya di dunia. 

"Selain untuk menggelorakan cabang olahraga bermotor di tanah air, event ini diharapkan dapat mendongkrak industri pariwisata, perdagangan dan jasa, baik industri skala besar maupun UMKM," kata Anies menjawab pandangan umum kedua partai tersebut. 

Selain itu, dia melanjutkan, event ini juga menjadi ajang kampanye penurunan tingkat emisi karbon. Hal ini lantaran mobil yang digunakan merupakan mobil listrik yang ramah lingkungan. 

Sponsored

Turnamen ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu tempat penyelenggaraan event olahraga internasional. 

Adapun terkait pembayaran commitment fee dapat disampaikan bahwa hal ini merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh negara atau kota penyelenggara Formula E. 

"Penganggaran yang dialokasikan dalam APBD adalah sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menyatakan bahwa pendanaan kegiatan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui APBD," ujarnya.

Sebagai informasi, dalam rapat anggaran KUA-PPAS, Pemprov DKI melalui Dinas Pemuda dan Olahraga mengajukan dana senilai 20,79 juta poundsterling atau Rp360 miliar di dalam RAPBD Perubahan DKI 2019 untuk turnamen balap mobil tersebut. 

Dana itu akan disetorkan kepada Federasi Otomotif Internasional (FIA) Formula E sebagai tanda Jakarta menjadi tuan rumah Formula E pada 2020. DPRD DKI telah menyetujui anggaran itu.

Namun, Pemprov DKI kembali mengajukan anggaran sekitar 22 juta poundsterling atau setara Rp 378,46 miliar. Anggaran ini disebut untuk commitment fee Formula E 2021.

Pemprov DKI juga mengajukan anggaran 35 juta euro atau setara Rp556,22 miliar untuk asuransi. Selain itu, Pemprov DKI mengajukan anggaran Rp600 juta dalam KUA-PPAS 2020 untuk sosialisasi dan pre-event Formula E.