sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gerindra: PSBB Jakarta sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi

Taufik menilai, aneh jika ada menteri mengambil sikap yang berseberangan dengan Presiden dalam prinsip penanganan Covid-19.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Minggu, 13 Sep 2020 09:20 WIB
Gerindra: PSBB Jakarta sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Jika ada menteri yang tidak sepakat dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dinilai tak mendengarkan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Wakil Ketua DPRD DKI, Mohamad Taufik menilai, kebijakan tersebut diambil karena kasus Covid-19 di ibu kota terus melonjak tinggi. 

Meskipun, kebijakan Gubernur Anies itu menuai kritik dan sindiran yang datang langsung dari sejumlah menteri. Taufik menilai, PSBB total merupakan upaya penyelamatan warga Jakarta agar tidak semakin banyak korban yang terpapar coronavirus. 

"Saya berpendapat, kebijakan Anies Baswedan memberlakukan PSBB total dengan mengistilahkan mencabut rem darurat merupakan upaya menyelamatkan warga Jakarta dari makin merajalelanya Covid-19," kata Taufik, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (13/9). 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI itu menyayangkan, pernyataan dan sindiran menteri terhadap keputusan Anies tersebut. Dia menyebut, sindiran itu seolah menganggap bahwa apa yang diputuskan Gubernur Jakarta, telah melenceng dan bertentangan dengan pemerintah pusat. 

Padahal, Taufik menegaskan, bahwa keputusan Gubernur Anies justru sejalan dengan instruksi dan arahan Presiden Jokowi. Menurutnya, Presiden justru meminta seluruh jajaran dan kepala daerah dapat memprioritaskan sektor kesehatan di tengah pandemi Covid-19. 
 
"Apa yang diputuskan Anies Baswedan justru sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi. Jelas kok, saat membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada Senin (7/9), Presiden Jokowi menegaskan bahwa kunci dari ekonomi kita agar menjadi baik adalah kesehatan yang baik. Artinya, kesehatan harus dinomorsatukan," ujar dia. 

"Kata Presiden Jokowi juga jika aspek kesehatan dalam menangani Covid-19 dapat dilaksanakan dengan baik, masalah ekonomi akan ikut membaik," lanjutnya. 

Karena itu, Taufik menjelaskan, dirinya justru heran dan curiga dengan sikap yang ditampilkan oleh menteri. Mestinya, mereka mendukung kebijakan Gubernur Anies lantaran seusai dengan instruksi dari Presiden Jokowi.

"Saya menilai aneh dan sangat tidak elok, jika menteri mengambil sikap yang berseberangan dengan Presiden dalam prinsip penanganan Covid-19," katanya. 

Sponsored

"Mestinya para menteri tersebut mendukung kebijakan yang diambil Gubernur DKI. Apalagi Jakarta merupakan barometer nasional. Janganlah bersikap tidak adil karena Anies Baswedan yang bicara/mengambil keputusan," ujar dia. 

Taufik berharap, pemerintah pusat dan daerah dapat terus bersinergi bersama menyelesaikan masalah Covid-19 tanpa harus membuat gaduh dan bingung masyarakat.

"Mesti bergandengan tangan, harus saling dukung, terutama dalam menghadapi Covid-19 dan menyelamatkan nyawa rakyat, setelah itu baru memilihkan perekonomian bangsa," ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Kordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartanto menyoroti, anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) yang ke level 4.961. Airlangga menyebut, bahwa penyebabnya adalah pengumuman keputusan PSBB total atau ketat yang dikeluarkan oleh Gubuernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Berita Lainnya