sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Golkar Jakarta wacanakan Pansus Banjir

Guna mengetahui pasti penyebab 38 kecamatan terendam bah pada awal 2020.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Selasa, 07 Jan 2020 18:10 WIB
Golkar Jakarta wacanakan Pansus Banjir

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Daco, mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Banjir. Menyusul terjadinya bah di Ibu Kota Negara, awal 2020.

Dengan adanya pansus, dia mengklaim, akan diketahui pasti pangkal banjir Jakarta. Karena bertujuan menemukan kebenaran dan fakta di lapangan.

"Kalau perlu, kita kumpulkan para ahli, akademisi. Untuk mencari tahu apa sebenarnya penyebab banjir dan apa solusinya," ujarnya kala mengunjungi korban banjir di Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (7/1).

Anggota Komisi E ini menambahkan, dirinya segera berkoordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Guna menyelesaikan masalah drainase. Agar Semanan tak lagi keempohan setiap musim hujan.

"Salah satunya (penyebab banjir) adalah karena rusun yang di sebelah. Tadinya, di situ ada gorong-gorong besar untuk menyalurkan air dari sini ke kali besar. Sekarang saluran airnya jadi kecil," tuturnya.

"Kami yang sudah hari ini meluangkan waktu ke sini, akan serius mengawal ini sampai kapan pun. Sampai kita mendapat solusi permasalahan yang tepat," tambah dia berjanji.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jakarta, Rani Mauliani. Apalagi, banyak warga yang mulai terserang penyakit.

"Kita sudah minta evakuasi. Mudah-mudahan wilayah ini setelah kami kembali bisa jadi prioritas perhatian dan bisa ditangani, dibantu. Karena ini cukup parah," ucapnya.

Sponsored

Menurutnya, warga membutuhkan logistik berupa makanan. Juga layanan kesehatan. Mengingat kawasan tersebut tergolong kumuh dan rawan terjangkit penyakit.

"Kesehatan yang perlu diutamakan. Karena hampir seminggu di rumah yang tergenang air kotor. Sudah pasti berisiko pada kesehatan," katanya.

Jakarta dilanda banjir karena hujan deras pada 31 Desember 2019-1 Januari 2020. Mengakibatkan sebanyak 158 titik bah di 38 kecamatan.

Bencana ini pun memaksa sebanyak 31.232 jiwa mengungsi. Tersebar di 269 lokasi pengungsian.

Seminggu berselang, banjir tersisa di Semanan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, pagi tadi, pukul 07.00, sebanyak 137 kepala keluarga atau 546 jiwa masih mengungsi di lima titik.

Berita Lainnya