sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gudang Brimob yang meledak simpan handak sisa perang

Tempat tersebut merupakan gudang penyimpan bahan peledak (handak) sisa perang dunia ke-2.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Sabtu, 14 Sep 2019 16:40 WIB
Gudang Brimob yang meledak simpan handak sisa perang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Polisi masih menyelidiki penyebab ledakan di Markas Korps Brimob, Srondol, Semarang, Jawa Tengah yang terjadi pada Sabtu (14/9) pukul 07.00 WIB.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, tempat tersebut merupakan gudang penyimpan bahan peledak (handak) sisa perang dunia ke-2.

"Ledakan tersebut diduga memang berasal dari handak-handak temuan dari masyarakat sisa perang dunia ke-2. Kemudian juga masih ada beberapa handak yang hari ini masih perlu dilakukan pendinginan dan sterilisasi," kata Dedi, di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (14/9).

Dedi menjelaskan, ada sejumlah mortir yang berada di gudang tersebut. Terdapat 6 buah mortir besar dengan ukuran sekitar 120 cm dan diameter 60 cm.

Kemudian mortir sedang dengan panjang 75 cm dan diameter 80cm, serta 8 buah mortir kecil ukuran 30 cm diameter 25 cm dan satu buah bom ranjau ukuran panjang 55 cm dengan diameter 80 cm. 

Menurut Dedi, handak-handak sisa peninggalan perang dunia kedua itu adalah bom yang cukup kuat, kemudian memiliki tingkat sensivitas cukup tinggi. 

"Dugaan sementara ledakan tersebut juga dipicu oleh suhu udara panas," kata Dedi.

Namun, Polri terus mendalami penyebab pasti ledakan tersebut. Polri menurunkan Tim Jibom Gegana dari Mabes Polri untuk menyelidiki penyebab ledakan.

Sponsored

"Untuk hasil secara scientific apa yang menjadi faktor penyebab ledakan tersebut nanti Tim Jibom akan mengecek. Ini sementara yang saya sampaikan," kata Dedi.

Dedi mengatakan, saat ini Kepolisian mensterilkan lokasi ledakan. Fokus yang dilakukan adalah pendinginan lokasi, guna mengantisipasi sisa handak lain yang belum meledak.

Berita Lainnya