sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

H+8 PPKM, Jatim gagal capai target mobilitas turun 40%

Capaian tertinggi terjadi di DKI Jakarta dengan 25% kemudian disusul Bali.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Selasa, 19 Jan 2021 17:11 WIB
H+8 PPKM, Jatim gagal capai target mobilitas turun 40%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Target penurunan mobilitas masyarakat sebesar 40% di Jawa Timur (Jatim) untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 belum tercapai hingga H+8 pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kebijakan itu berlaku per 11 Januari 2021.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), penurunan tertinggi terjadi di DKI Jakarta dengan 25%. Bali berada di peringkat kedua.

"Di luar itu (Jakarta dan Bali), di Jawa ini rata-rata 13%. Artinya, untuk bisa meningkatkan mobilitas masyarakat sampai berkurang 40%, kita memang membutuhkan pengetatan kembali PPKM," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Selasa (19/1).

Dia melanjutkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mewacanakan karantina wilayah (lockdown) apabila mobilitas masyarakat tidak bisa ditekan via PPKM mengingat Indonesia masuk kategori merah penularan Covid-19.
 
"Saya ingin share bersama, bahwa sempat ada sinyal bahwa Presiden ingatkan kemungkinan Indonesia kalau mobilitas masyarakatnya tidak bisa dikurangi secara signifikan, maka Indonesia berpotensi lockdown," tuturnya, melansir situs web Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Sponsored

"Tapi bahwa secara nasional seperti ini, maka ada PPKM yang diterapkan se-Jawa Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Bali. Ini memang harapannya kita bisa mengendalikan mobilitas masyarakat sampai 40%," tandasnya.

Berita Lainnya