logo alinea.id logo alinea.id

Habib Rizieq bantah kibarkan bendera tauhid

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab membantah telah mengibarkan bendera tauhid di Arab Saudi. Simak kronologinya.

Dimeitri Marilyn
Dimeitri Marilyn Rabu, 07 Nov 2018 18:18 WIB
Habib Rizieq bantah kibarkan bendera tauhid

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab membantah telah mengibarkan bendera tauhid di Arab Saudi.

Habib Rizieq diperiksa oleh kepolisian Arab Saudi hingga 28 jam lantaran diduga mengibarkan panji Ar-rayah. Bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid itu merupakan panji yang dikibarkan saat kondisi berperang.

Kuasa hukum FPI Sugito Atmo Prawiro membantah tudingan Habib Rizieq mengibarkan bendera Ar-rayah. Bendera itu memang dilarang dikibarkan di Arab Saudi lantaran menjadi simbol gerakan militan Negara Islam Irak dan Suriah (the Islamic State of Iraq and Syria/ISIS).

Sugito yang mewakili Rizieq Shihab tegas membantah telah mengibarkan bendera itu di dinding belakang tempat tinggalnya di Makkah, Arab Saudi. Arab Saudi melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut, dan lambang apapun yang berbau ekstrimis terorisme seperti ISIS, Al-Qaedah, Al-Jamaah al-Islamiyyah, dan lainnya.

"Jadi begini, tidak ada penangkapan, yang ada pemeriksaan untuk klarifikasi keberadaan bendera tauhid yang katanya simbol ISIS itu nempel di tembok rumahnya di Makkah. Padahal bukan Habib Rizieq yang memasang bendera bertuliskan tauhid tersebut," ujarnya kepada Alinea.id, Rabu (7/11).

Dia memastikan, interogasi yang dilakukan kepada Rizieq tidak memakan waktu berhari-hari. Namun, FPI yakin Rizieq tidak mengetahui keberadaan bendera tersebut di kediamannya.

Kuasa hukum FPI itu telah mengetahui Rizieq dikeluarkan dari penahanan setelah mendapatkan lobi-lobi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). 

"Ini bukan berkat siapa-siapa. Bahwa klien kami tidak pernah memasang dan tidak tahu bendera yang diduga simbol ISIS tersebut. Saya duga ini hanya orang iseng saja. Tapi efeknya parah. Karena orang di Saudi ini takut dengan bendera tersebut karena mengacu gerakan ISIS organisasi Islam ekstrem itu. Jadi merasa dapatkan ancaman," urainya.

Sponsored

Sayangnya dugaan Sugito tersebut tak bisa dibuktikan secara nyata. Pasalnya, kamera CCTV di depan rumah Rizieq untuk menelusuri pelaku pemasangan bendera tersebut tidak berfungsi.

"Memang ada CCTV dulu tapi sepertinya tidak terekam. Kami tidak tahu kenapa ini bisa terjadi. Saya duga ini ganjil karena semua terstruktur. Terbukti ada yang merekam bendera tersebut, memfotonya dan melaporkan ini ke pihak intelpol Makkah. Jadi saya pikir ini ter-setting rapi," tudingnya.

Bendera Ar-rayah bertuliskan kalimat tauhid terpasang di kediaman Rizieq Syihab di Makkah, Arab Saudi. (Twitter).

Kronologi

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menjelaskan kronoligis penangkapan Rizieq Shihab oleh aparat keamanan Arab Saudi.

Menurut Dubes, tempat tinggal Rizieq didatangi oleh pihak kepolisian Mekkah pada 5 November 2018 sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Sore harinya pukul 16.00 Rizieq dijemput oleh aparat keamanan lalu dibawa ke kantor polisi untuk proses penyelidikan dan penyidikan.

Rizieq ditahan oleh pihak kepolisian wilayah Makkah. Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis`Aamah atau intelijen umum, Rizieq diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Makkah pada hari Selasa (6/11) sekitar pukul 16.00 waktu setempat.
 
Untuk merespons berita ini, Dubes Agus segera memerintahkan Diplomat Pasukan Khusus yang merupakan gugus tugas reaksi cepat untuk berangkat ke Makkah dan memberikan pendampingan hukum untuk Rizieq.

Malam harinya pukul 20.00, dengan didampingi staf KJRI Jeddah, Rizieq dikeluarkan dari tahanan kepolisian Makkah dengan jaminan.

"Saya akan selalu intens berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait Saudi, terkait apa yang sebenarnya dituduhkan kepada Muhammad Rizieq Shihab," kata Dubes Agus.

Dubes berharap hanya masalah overstay saja yang merupakan pelanggaran imigrasi. Namun, dikhawatirkan perkara yang dituduhkan terhadap Rizieq terkait keamanan Kerajaan Arab Saudi. 

"Jika ini yang dituduhkan maka lembaga yang akan menangani adalah lembaga super body Saudi yang ada di bawah Raja yang dikenal dengan Riasah Amni ad-Daulah atau Presidency of State Security," kata dubes.

KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan selalu memberikan pendampingan kekonsuleran dan pengayoman kepada Rizieq dan seluruh WNI yang menghadapi masalah hukum di Arab Saudi.

Pengibaran bendera tauhid ini berkaitan dengan aksi pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut, Jawa Barat, oleh oknum Banser NU. Aksi itu memicu protes dan unjuk rasa di berbagai wilayah Indonesia.

Saat itu, Rizieq Syihab melalui akun Twitternya menyerukan untuk mengibarkan bendera tauhid bagi seluruh kader FPI di Tanah Air. Seruan itu kemudian mendapatkan tantangan dari politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muhammad Guntur Romli. 

Melalui akun Twitter terverifikasi @GunRomli mengatakan, sebelum Habib Rizieq menyeru kepada seluruh anggota FPI, hendaknya dia yang kini berada di Arab Saudi dapat mengawali dengan memasang bendera bertuliskan kalimat tauhid yang selama ini dipakai sebagai panji HTI tersebut.

"Saya menantang Habib Rizieq untuk memasang dan membawa jalan-jalan bendera HTI itu di Saudi," kicaunya.