sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hari Pangan Sedunia dan pahlawan pangan di tengah pandemi

Syahrul menyampaikan apresiasi kepada para petani, yang selama ini telah berperan menjadi pahlawan pangan.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Jumat, 16 Okt 2020 20:45 WIB
Hari Pangan Sedunia dan pahlawan pangan di tengah pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 365.240
Dirawat 64.032
Meninggal 12.617
Sembuh 289.243

Pandemi Covid-19 memberi makna yang berbeda bagi perayaan Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun ini. Tantangan pangan kian kompleks, peran petani dalam pemenuhan pangan bagi lebih dari 273 juta jiwa rakyat Indonesia kian meningkat. 

Meski dalam suasana yang berbeda, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengajak masyarakat agar dapat memberi energi untuk berkontribusi bersama dalam menghadirkan sistem produksi hingga pola konsumsi pangan yang lebih bertanggung jawab.

"HPS 2020 ini harus memberi artikulasi yang baik terhadap pangan, kita harus secara bersama-sama menghadirkan pangan bagi 273 juta jiwa masyarakat Indonesia, dengan membangun sistem pangan yang lebih baik dan pertanian yang lebih maju, mandiri, dan modern," kata Syahrul di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Jumat (16/10). 

Sesuai dengan tema HPS tahun ini "Tumbuhkan, Pelihara, Lestarikan Bersama. Tindakan kita adalah Masa Depan kita," Syahrul mendorong semua pihak, termasuk dari tingkat keluarga, untuk berperan dalam hal pangan lewat program family farming, upaya ini diharap mampu melahirkan pahlawan-pahlawan pangan baru yang turut berperan menghadapi tantangan pemenuhan pangan di Indonesia.

"Kebersamaan yang kami bangun dapat menghadirkan program-program baru yang lebih akseleratif seperti family farming, program ini membuka peluang bagi setiap keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri," ungkap Syahrul.

Family farming, bagi Syahrul, dapat mendukung gerakan diversifikasi pangan, dan penguatan pangan lokal, sebagai alternatif pangan non beras. "Kalau begitu, pertanian keluarga juga berpotensi besar dalam mendukung pangan lokal, diversifikasi pangan menjadi pilihan, orang bisa kenyang tidak hanya dengan beras, berbagai pangan lokal juga bisa menjadi pilihan dan bagian yang harus terus kami dorong," tegas Syahrul.

Bertepatan dengan peringatan HPS ini, Syahrul menyampaikan apresiasi kepada para petani, yang selama ini telah berperan menjadi pahlawan pangan. Siapa yang telah berjuang dan memberi kekuatan dalam menyediakan pangan untuk negara, mereka layak disebut sebagai pahlawan pangan. 

"Kalau beli baju, motor, atau lainnya bisa kita tunda, tapi pangan tidak bisa kita tunda, masalah perut tidak bisa menunggu," terang Syahrul.

Sponsored

Sementara itu, Victor Mol, Perwakilan FAO di Indonesia mengatakan, HPS tahun ini dapat menjadi kesempatan untuk berterima kasih kepada pahlawan pangan. Yakni, petani, nelayan, komunitas hutan, dan pekerja di seluruh rantai pasokan makanan dalam keadaan apa pun.

Tema HPS tahun ini, menyerukan untuk membangun kembali dengan sistem pangan yang lebih baik dan pertanian yang lebih tangguh dan kuat. "Kita membutuhkan inovasi dan kemitraan yang kuat. Setiap orang memiliki peran untuk dilakukan mulai dari pemerintah, swasta hingga individu untuk memastikan makanan sehat dan bergizi tersedia untuk semua," ungkap Victor Mol.

Memperingati HPS ini FAO Indonesia mengadakan serangkaian kegiatan di bulan Oktober yang berpusat pada kegiatan-kegiatan virtual. 75 Tahun FAO bertepatan dengan HPS ini, FAO berusia 75 tahun.

"FAO lahir di tengah bencana. Situasi saat pandemi Covid-19 semakin menjelaskan bahwa misi FAO hari ini tak berubah sejak FAO berdiri 75 tahun lalu. Covid-19 mengingatkan kita bahwa kecukupan dan keamanan pangan bergizi dan pola makan yang sehat penting untuk semua orang," tegas Victor Mol. 

Sampai hari ini kelaparan masih terjadi, angka kegemukan cukup tinggi, lingkungan rusak, pemborosan makanan cukup marak, serta kurangnya proteksi pekerja sepanjang rantai pangan merupakan ironi di tengah kemampuan memproduksi pangan yang cukup. 

Pandemi menambah kekhawatiran baru di area pangan dan pertanian. Namun di saat yang sama pandemi memberikan kesempatan untuk membangun kembali sistem pangan dan pertanian.

Berita Lainnya