sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hasil tracing di Tebet dan Petamburan, Kemenkes temukan 80 kasus positif Covid-19 

Warga yang mengikuti kegiatan di Bandara Soetta, Petamburan, Tebet, dan Megamendung diminta isolasi mandiri 14 hari.

Zahra Azria
Zahra Azria Minggu, 22 Nov 2020 22:57 WIB
Hasil tracing di Tebet dan Petamburan, Kemenkes temukan 80 kasus positif Covid-19 
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengumumkan temuan hasil tracing Covid-19 dari sejumlah aktivitas pengerahan massa dalam dua pekan terakhir. Dari hasil pelacakan, pemeriksaan, dan perawatan terdapat 80 kasus positif coronavirus di Tebet, Jakarta Selatan dan Petamburan, Jakarta Pusat.

Palaksan tugas (Plt) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Dr H Muhammad Budi Hidayat, M.Kes, mengungkapkan data per (19/11), hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) di Labkesda (21/11), ditemukan 50 kasus positif di Tebet dan 30 kasus di Petamburan.

Sedangkan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat (Jabar)  terdapat 15 kasus yang sedang menunggu hasil pemeriksaan.

"Kami menghimbau bagi masyarakat yang telah kontak erat dan mengikuti kegiatan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Petamburan, Tebet, dan Megamendung segera melakukan isolasi mandiri 14 hari," ucap Budi saat melakukan siaran pers secara virtual, Minggu (22/11).

Dia juga menyarankan, kepada warga yang hadir dalam kerumunan tersebut bergejala segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. "Jika, selama melakukan karantina di rumah mengalami gejala terinfeksi Covid-19. Seperti batuk, pilek, sesak nafas, sakit tenggorokan, hilang indra penciuman, dan perasa segera kunjungi puskesmas terdekat untuk dilakukan PCR test,” ujarnya.

Selain itu, Budi mengimbau kepada kepala daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk memberikan contoh serta teladan kepada masyarakat luas dalam penerapan protokol kesehatan.

Kemenkes bersama fasyankes terus melakukan pelacakan di tingkat kecamatan sampai dengan puskesmas. Percepatan pemeriksaan spesimen dan merujuk kasus konfirmasi tanpa gejala ke wisma atau hotel tempat isolasi.

"Pelacakan dilakukan secara agresif di tingkat kecematan. Terutama, yang memiliki kerumunan dengan massa besar," ungkap Budi.

Sponsored

Sementara itu, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Prof. Dr. Abdul Kadir menyatakan, bila terjadi kenaikan pasien sampai 50% rumah sakit masih dapat menampung. Namun, bila naik hingga  50-100% maka Kemenkes telah memerintahkan kepada semua rumah sakit  melakukan penataan tempat tidur. 

"Dengan menambahkan kapasitas ruang perawatan Covid-19, tentunya menambah ruang isolasi dan ruang ICU," kata Abdul Kadir.

Berita Lainnya