logo alinea.id logo alinea.id

Hendak bangun SDM, Jokowi dinilai perlu perhatikan lingkungan

Presiden Jokowi dinilai kerap melupakan aspek lingkungan hidup dalam pidatonya.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Kamis, 15 Agst 2019 16:34 WIB
Hendak bangun SDM, Jokowi dinilai perlu perhatikan lingkungan

Presiden Joko Widodo dinilai perlu memperhatikan aspek lingkungan hidup untuk menyukseskan visinya yang hendak membangun Sumber Daya Manusia (SDM) pada era kepemimpinannya di periode 2019-2024. Karena itu, mantan gubernur DKI Jakarta itu dirasa perlu menyinggung aspek lingkungan hidup pada pidato kenegaraan di sidang tahunan MPR pada esok, Jumat (15/8).

Deputi Direktur Indonesia Center for Environmental Law (ICEL), Reynaldo Sembiring, mengatakan pidato-pidato Joko Widowo merupakan satu arah yang tujuannya untuk mengemukakan cara pandangnya sebagai presiden dalam mengatasi permasalahan bangsa.

“Namun seringkali pidato-pidato Jokowi dirumuskan dalam ruang-ruang eksklusif dan tertutup, sehingga muncul pertanyaan apakah suara-suara rakyat di kalangan bawah didengar atau tidak dalam merumuskan pidatonya,” kata Reynaldo di Jakarta pada Kamis (15/8).

Menurut Reynaldo, Presiden Jokowi kerap melupakan aspek lingkungan hidup dalam pidatonya. Seperti pidato Visi Indonesia yang disampaikan di Sentul, Jawa Barat, Joko Widodo hanya menyampaikan soal pengelolaan investasi, sumber daya alam dan pengembangan sumber daya manusia. Namun, sama sekali tak menyinggung aspek lingkungan.

"Bahwa seringkali isu-isu kelestarian lingkungan lupa disinggung atau hilang. Juga termasuk gagasan-gagasan mengenai perlindungan dan hak-hak rakyat," ucap Reynaldo.

Sebagai contoh, kata dia, pidato Jokowi terkait pengembangan SDM. Untuk membangun kualitas SDM Jokowi berpendapat kuncinya ada pada pendidikan dan kesehatan. Namun, menurut Reynaldo, Jokowi lupa memasukkan sektor lingkungan yang juga menjadi bagian penting dalam pertumbuhan SDM.

“Di saat pemerintah berupaya meningkatkan kualitas SDM, namun di sisi lain faktanya miris karena anak-anak sekolah di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terpapar asap akibat pembakaran hutan. Akibatnya, mereka tak dapat sekolah,” kata Reynaldo. 

Selain pembakaran hutan, lanjut Reynaldo, contoh lainnya yakni terkait banyaknya lubang-lubang bekas tambang yang tidak direklamasi. Karena lubang tambang itulah, banyak anak-anak Indonesia kehilangan nyawa. Mereka menjadi korban karena terjatuh di lubang tambang yang dalam itu. 

Sponsored

"Banyak sebenarnya generasi-generasi yang akan datang terancam karena ada masalah lingkungan yang kompleks dan tidak diselesaikan oleh pemerintah," ujarnya.

Menurutnya, kosongnya perhatian pada aspek lingkungan yang terjadi beberapa tahun terakhir adalah persoalan yang harus dijawab Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraannya esok. “Saya pikir masalah yang ada di mayarakat dia bisa sampaikan, dan menjadi titik perhatian aparatur yang ada di bawahnya," katanya.