sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hilangkan trauma, anak-anak terdampak banjir diajak naik LRT

Anak-anak terdampak banjir di sekitar proyek Jakarta Internasional Stadium (JIS) diajak naik LRT Jabodetabek.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Sabtu, 04 Jan 2020 09:28 WIB
Hilangkan trauma, anak-anak terdampak banjir diajak naik LRT
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Sejumlah anak-anak terdampak banjir di sekitar proyek Jakarta Internasional Stadium (JIS) diajak naik LRT Jabodetabek secara gratis sebagai upaya trauma healing atau pemulihan trauma.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Jakarta Propertindo (Jakpro) dengan mengajak santri cilik di kawasan JIS, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok jalan-jalan menuju Stadion Velodrome, Rawamangun menggunakan transportasi publik LRT.

"Pascabersih-bersih rumah yang terkena imbas banjir di sekitar Jakarta Utara, kolaborasi proyek stadion JIS, PT LRT Jakarta, dan Organizing Commitee Formula E mengapresiasi santri-santri ini yang bersabar dan bersyukur," ujar Kadiv Sekretaris PT Jakpro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (3/1).

Dengan program tersebut, Hani berharap santri yang terdiri dari siswa TK, SD, dan SMP itu dapat terhibur serta sedikit memulihkan peristiwa traumatik yang mereka alami karena banjir.

Salah satu guru dari Kampung Bayam, Ari pun mengapresiasi dan berterima kasih atas program yang dapat membuat para santri senang dan melupakan sejenak penderitaan yang dialaminya.

"Kami senang dan berterima kasih kepada Jakpro. Sungguh kami benar-benar baru pertama kali naik kereta yang menjadi ikon kebanggaan DKI Jakarta," ujar Ari.

Program yang bertujuan untuk pemulihan trauma pascabanjir itu telah berlangsung sejak hari pertama banjir pada Rabu (1/1) dan akan terus berlanjut hingga 10 hari ke depan.

Selain menawarkan jalan-jalan gratis, Jakpro juga turut membantu membersihkan rumah para warga yang terkena banjir.

Sponsored

"Kami menyiapkan tim dan alat-alat bersih untuk membantu 100 warga," tutur Hani.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 46 orang meninggal dunia akibat bencana banjir hingga tanah longsor yang terjadi di Jabodetabek hingga Banten.

Kabupaten Bekasi terdampak banjir paling luas secara administratif, mencakup 18 kecamatan. Selanjutnya, DKI Jakarta mencakup 17 kecamatan, Kabupaten Bogor 13 kecamatan, Kota Tangerang 13 kecamatan, Kota Bekasi 12 kecamatan, Kota Depok 11 kecamatan, Kabupaten Lebak enam kecamatan, Kota Bogor enam kecamatan dan Kota Tangerang Selatan enam kecamatan. (Ant)

Berita Lainnya