sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Hoaks Covid-19 terus meningkat, Polri tindak 44 kasus

Jumlah hoaks coronavirus meningkat dari 30 kasus pada 19 Maret 2020 menjadi 44 kasus hari ini.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 23 Mar 2020 19:12 WIB
Hoaks Covid-19 terus meningkat, Polri tindak 44 kasus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 27549
Dirawat 17951
Meninggal 1663
Sembuh 7935

Penyebaran berita bohong atau hoaks terkait coronavirus masih terus bertambah. Menurut data Polri, hingga Senin (23/3) jumlahnya mencapai 44 kasus dari 30 kasus pada 19 Maret 2020.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen M. Iqbal mengatakan, tim Siber Polri melakukan patroli selama 24 jam untuk mengatasi penyebaran hoaks Covid-19 di jejaring sosial.

"Sudah 44 kasus hoaks tentang corona diproses," ujar Iqbal saat melakukan konferensi pers jarak jauh di Jakarta, Senin (23/3).

Menurutnya, kasus-kasus tersebut di tangani Badan Reserse Kriminal atau Bareskrim dan sejumlah polda di berbagai wilayah. Ada empat kasus yang ditangani Bareskrim Polri, tujuh kasus di Polda Jatim, dan empat kasus di Polda Kalbar.

Selain itu, ada masing-masing tiga kasus yang ditangani Polda Kaltim, Polda Sulsel, Polda Jabar, dan Polda Lampung. Masing-masing dua kasus di Polda Metro Jaya, Polda Jateng, Polda Sumsel, Polda Sumut, Polda Bengkulu, dan Polda Maluku. Kemudian, masing-masing satu kasus ditangani Polda Sulawesi Tenggara, Polda Kepri, Polda Sumbar, Polda NTB, dan Polda Sulteng.

Menurut Iqbal, aparat kepolisian melakukan tindakan tegas terhadap para penyebar hoaks. Selain itu, Polri juga memberikan literasi digital kepada pengguna media sosial agar tak terpengaruh oleh hoaks yang beredar.Polri memiliki tim untuk menyampaikan kontranarasi untuk melawan hoaks yang beredar.

"Selain melakukan penegakan hukum, kami melakukan imbauan dan kontranarasi tersebut, sehingga terwujud edukasi, terutama bagi netizen," kata Iqbal menjelaskan.

Iqbal pun meminta kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi. Sebab, segala berita bohong di media sosial dapat berakibat besar pada kondisi masyarakat di lingkungan sekitar.

Sponsored

"Seluruh masyarakat jangan menelan mentah-mentah informasi. Saring dulu sebelum sharing," kata Iqbal.

Menurut data Kementerian Kesehatan, terdapat total 579 kasus positif coronavirus di Indonesia hingga Senin (23/3). Jumlah tersebut meningkat 65 kasus dari data pada Minggu (22/3).

Tambahan kasus baru terdiri atas tiga kasus di Provinsi Bali, sembilan kasus di Provinsi Banten, DKI Jakarta 44 kasus, Jambi satu kasus, Kalimantan Timur dua kasus, Kepulauan Riau satu kasus, Maluku Utara satu kasus. Selain itu, Kemenkes juga tengah menunggu proses verivikasi pemeriksaan spesimen terhadap empat kasus lainnya.

Selain itu terdapat satu pasien baru yang dinyatakan sembuh, sehingga keseluruhan total pasien sembuh sebanyak 30 orang. Adapun kasus meninggal juga bertambah satu kasus menjadi 49 kasus.

Berita Lainnya