sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hoaks, penyemprotan disinfektan di jalanan Jakarta

Kemkominfo membantah menyampaikan informasi penutupan jalan di Jakarta untuk penyemprotan disinfektan cegah coronavirus.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Kamis, 19 Mar 2020 16:34 WIB
Hoaks, penyemprotan disinfektan di jalanan Jakarta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.263.299
Dirawat 160.142
Meninggal 34.152
Sembuh 1.069.005

Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kemkominfo menyatakan informasi penutupan jalan di Jakarta untuk penyemprotan disinfektan guna menanggulangi penyebaran coronavirus adalah hoaks. Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Widodo Muktiyo membantah pihaknya menyebarkan informasi tersebut. 

"Hoaks itu. Bukan dari Kominfo," kata Widodo di Jakarta, Kamis (19/3).

Dalam informasi yang beredar di media sosial, tercantum tautan ke situs kominfo.go.id milik Kemkominfo. Informasi tersebut berisi daftar jalan di Jakarta yang akan disterilisasi guna mencegah penyebaran coronavirus.

Dalam hoaks yang beredar, disebutkan penutupan jalan dilakukan pada 19 Maret pukul 14.30 WIB sampai 22.00 WIB. Terdapat 29 ruas jalan yang disebut dalam kabar bohong tersebut.

"Dilarang untuk berpergian keluar rumah menggunakan kendaraan roda dua dan berjalan kaki. Dikarenakan akan ada pencegahan Covid-19 dengan penyemprotan disinfektan dosis tingkat satu melalui udara yang dapat alergi pada kulit dan gangguan pernafasan," demikian kutipan hoaks yang beredar.

Ratusan hoaks

Peredaran hoaks terkait coronavirus terus menyebar di masyarakat. Kemkominfo telah mengidentifikasi 242 konten hoaks dan misinformasi yang berkaitan dengan coronavirus di dunia maya.

Kominfo melalui keterangan pers pada Rabu kemarin, menyatakan tindakan menyebarkan isu yang tidak benar saat Indonesia dilanda pandemi coronavirus bisa menyebabkan masyarakat panik dan takut.

Sponsored

Hingga Kamis (19/3), aparat kepolisian telah menangkap 30 tersangka penyebaran hoaks Covid-19. 

"Data yang kita peroleh ada penambahan dari 22 berkembang delapan menjadi 30," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra.

Asep menyatakan, tim Siber Polri terus melakukan pengetatan patroli siber untuk mencegah maraknya penyebaran hoaks terkait Covid-19. (Ant)

Berita Lainnya

Perpres 7/2021 perkuat penanganan terorisme

Kamis, 25 Feb 2021 19:58 WIB

Netflix tayangkan film Geez & Ann

Kamis, 25 Feb 2021 19:48 WIB