sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Hoaks, pesan berantai soal Kemenkes prediksi ledakan kasus Covid-19 di Jatim

Pesan berantai itu tergolong hoaks karena tidak ada keterangan resmi dari Kemenkes sampai sekarang.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 14 Mei 2021 16:49 WIB
Hoaks, pesan berantai soal Kemenkes prediksi ledakan kasus Covid-19 di Jatim

Pesan berantai berisi prediksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang lonjakan kasus Covid-19 dan menyebut jumlah kasus di beberapa daerah di Jawa Timur (Jatim) adalah hoaks. Alasannya, tidak ada keterangan resmi dari pemerintah pusat soal perkiraan ledakan kasus itu.

Jumlah kasus dalam pesan berantai tersebut, sambung Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim, Benny Sampirwanto, pun cenderung menyesatkan. Dalihnya, berbeda dengan rilis resmi yang dikeluarkan Gugus Tugas Covid-19 Jatim.

"Pesan sejenis juga beredar di beberapa daerah dengan narasi yang mirip, hanya fokus wilayahnya berbeda. Misalnya, beredar di Jawa Tengah (Jateng) dan Serang, Banten," katanya, melansir situs web Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim pada Jumat (14/5).

Dirinya menerangkan, tren kasus positif Covid-19 di Jatim dalam tiga terakhir sejak 11 Mei cenderung stabil. Bertambah 257 kasus terkonfirmasi, 193 pasien sembuh, dan 31 orang meninggal dunia pada 11 Mei, misalnya. 

Sehari berselang, bertambah 248 kasus positif, 224 pasien sembuh, dan 22 jiwa meninggal. Adapun pada 13 Mei, tercatat ada penambahan 148 kasus terkonfirmasi, 151 pasien sembuh, dan 11 orang meninggal.

Tentang sebaran zonasi, Benny mengklaim, tidak ada lagi zona merah di Jatim. Namun, 26 daerah masuk kategori zona oranye dan 12 daerah zona kuning.

Dalam pesan berantai itu, disebutkan Kota Madiun berada di peringkat teratas dalam peningkatan kasus Covid-19 di Jatim dengan 11.876 orang dalam pekan ini. Lalu disusul Kediri 575 orang, Magetan 300 orang, Cepu 275 orang, Ponorogo 270 orang, Situbondo 250 orang, Lamongan 225 orang, Pasuruan 215 orang, Kota Surabaya dan Probolinggo masing-masing 210 orang, Banyuwangi 207 orang, Gresik 205 orang.

Selanjutnya Sidoarjo dengan 195 orang; Blitar 190 orang; Bojonegoro 188 orang; Pacitan 180 orang; Tuban, Jember, dan Ngawi masing-masing 175 orang; Malang dan Nganjuk masing-masing 165 orang; Besuki 125 orang; Jombang 95 orang; Tulung Agung 25 orang; serta Bondowoso 12 orang.

Sponsored

Pesan tersebut juga menuliskan, "Kementerian Kesehatan memperkirakan akan terjadi Ledakan yg sangat luar biasa." Karenanya, meminta penerima pesan berantai mendoakan para pasien diberikan kesembuhan dan segala urusannya dipermudah.

Berita Lainnya