sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

ICW memahami ada pegawai KPK hengkang

Dulu KPK menuai banyak prestasi, namun sejak Firli Bahuri Ketua KPK seluruhnya berubah menjadi kontroversi.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Jumat, 25 Sep 2020 16:49 WIB
ICW memahami ada pegawai KPK hengkang
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 557.877
Dirawat 77.969
Meninggal 17.355
Sembuh 462.553

Indonesia Corruption Watch (ICW) angkat bicara atas hengkangnya Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah. Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana mengaku, memahami kondisi itu lantaran komisi antirasuah dianggap sudah berubah.

"Kalau dulu kami melihat kelembagaan KPK menuai banyak prestasi, namun sejak Firli Bahuri menjabat sebagai Ketua KPK seluruhnya berubah menjadi kontroversi," kata Kurnia dalam keterangannya, Jumat (25/9).

Lebih lanjut, Kurnia menyinggung, revisi Undang-Undang (UU) KPK yang dilakukan oleh DPR pada September tahun lalu. Menurutnya, hasil pembaharuan regulasi itu berhasil melululantahkan kewenangan lembaga pemberantas korupsi.

"Jika saja orang yang terbukti melanggar kode etik tidak terpilih menjadi pimpinan KPK dan UU KPK lama masih berlaku, sudah pasti tidak akan ada pegawai KPK yang mengudurkan diri," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Biro Sumber Daya Manusia KPK sedang memproses surat pengunduran diri Febri Diansyah yang telah diajukan sejak 18 September 2020. Pelaksana tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan, selanjutnya pimpinan bakal menunjuk pegawai sebagai pelaksana tugas.

"Yang akan menduduki posisi Kabiro Humas sampai nanti terpilih pejabat definitif melalui mekanisme proses seleksi," kata Ali.

Kemarin, kepada awak media, Febri menyinggung independensi dan revisi UU KPK dalam keputusannya hengkang dari lembaga antisuap. Menurutnya, menjadi pegawai lembaga antirasuah sama saja berjuang dalam pemberantasan korupsi.

Lebih lanjut dalam pengunduran dirinya dari lembaga antikorupsi, eks aktivis ICW ini turut menyinggung revisi UU KPK oleh DPR, September 2019. Apalagi, situasi internal kini dirasanya sudah berubah.

Sponsored
Berita Lainnya