sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

IDI: Di luar DKI-Bali, vaksinasi Covid-19 kurang 20%

"Yang lain kurang dari 20%. Harus segera dikejar agar penularan segera turun," ujar Zubairi.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Selasa, 14 Sep 2021 17:30 WIB
IDI: Di luar DKI-Bali, vaksinasi Covid-19 kurang 20%

Persentase vaksinasi di sejumlah daerah di Indonesia masih jauh dari memadai. Bahkan, capaian vaksinasi Covid-19 itu kurang dari 20%.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dokter Zubairi Djoerban mengatakan, capaian vaksinasi tinggi hanya terjadi di DKI Jakarta dan Bali. Sisanya masih banyak di bawah 20%.

Menurut Zubairi, saat sudah 42 juta orang yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 hingga dosis kedua. Sayangnya, mereka yang mendapatkan vaksinasi komplet ini terkonsentrasi di wilayah tertentu.

"Yang lain kurang dari 20%. Harus segera dikejar agar penularan segera turun," ujar Zubairi dalam webinar Vaccinate Our World bertema "Vaksinasi COVID-19 untuk Kita Semua", Selasa (14/9).

Di luar yang sudah mendapatkan vaksin komplet, saat ini sudah 73 juta penduduk telah mendapatkan vaksinasi atau sekitar 35% dari target vaksinasi nasional sebanyak 208 juta orang. Pemerintah juga telah mengamankan 243 juta dosis beragam jenis vaksin Covid-19.

Untuk mencapai cakupan yang luas, vaksinasi masih perlu upaya dan kerja keras dengan percepatan dan perluasan vaksinasi, khususnya untuk kelompok umur lanjut usia (lansia) dan remaja. 

Zubairi menjelaskan, semula prioritas vaksin Covid-19 memang untuk DKI Jakarta dan Bali, wilayah episentrum wabah. Namun, saat ini vaksin telah disebarkan ke seluruh wilayah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan, Polri hingga TNI.

Menurut dia, sekarang ini hampir semua jenis vaksin Covid-19 telah ada di Indonesia. Setidaknya ada lebih sembilan jenis vaksin untuk percepatan penanganan pandemi.

Sponsored

Semua institusi yang terlibat, kata Zubairi, diharapkan dapat mempercepat pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat. "Vaksin terbaik untuk kita ada di dekat kita, jangan pilih-pilih. Makin banyak memiliki komorbid, makin perlu secepatnya vaksinasi. Pengidap AIDS juga, autoimun juga harus cepat-cepat vaksinasi," kata dia.

Berita Lainnya