sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

IDI: GeNose C19 alternatif untuk deteksi kasus Covid-19

GeNose C19 buatan UGM merupakan salah satu alternatif yang perlu didorong untuk mendeteksi kasus Covid-19.

Zahra Azria
Zahra Azria Jumat, 15 Jan 2021 16:53 WIB
IDI: GeNose C19 alternatif untuk deteksi kasus Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Angka positif Covid-19 terus merangkak naik. Laporan Satgas Penanganan Covid-19 hari ini mencatat terjadi lonjakan kasus sebanyak 12.818 kasus. 

Jumlah itu didapat berdasarkan hasil pendataan sejak 14 hingga 15 Januari 2021 pukul 12.00 WIB. Dengan demikian, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 882.418 orang.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M. Faqih mengatakan, GeNose C19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan salah satu alternatif yang perlu didorong untuk mendeteksi kasus coronavirus.

Daeng menilai, keunggulan teknologi GeNose C19 lebih baik dari screening yang lain karena dari segi harga lebih hemat serta pemeriksaannya lebih mudah dan cepat.

"GeNose saya lihat kalau dibandingkan dengan test screening yang dua sebelumnya (antibodi dan antigen), dari segi keunggulan sudah cukup baik. Oleh karena itu, alternatif GeNose ini perlu didorong dan saya sudah sangat setuju," kata Daeng dalam Webinar GeNose C19–Inovasi Teknologi Alat Kesehatan Anak Bangsa! pada Jum’at, (15/01) siang.

"Saya juga menyarankan waktu itu ke Pak Luhut, untuk GeNose ini didorong sebagai metode screening harus dilakukan di lapangan. Dengan alasan, pertama karena ini karya anak bangsa, yang kedua sudah melalui beberapa tes dan sudah dikeluarkan izin edar oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Ketiga, dari segi kemudahan untuk melakukan tes, kemudian hemat biaya," lanjutnya.

Dia menyebutkan, untuk melakukan testing dan tracing harus dibantu melalui komunitas-komunitas kecil di masyarakat agar kegiatan tracing serta testing menjadi lebih masif secara luas. 

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro menyatakan, pengembang GeNose C19. Menurut dia, dari sisi penelitian tim harus selalu update, terlebih yang digunakan adalah sistem yang artinya tingkat akurasi semakin baik apabila terus dilakukan perbaikan serta pembaruan pada softwerenya. 

Sponsored

"Kita tidak boleh puas diri dengan hanya jenis GeNose yang keluar sekarang, tapi harus terus dilakukan upgrade atau perbaikan," ujar Bambang melalui Webinar pada Jum’at, (15/01) siang.

Selain itu, Bambang berpesan, kepada para industri yang akan terlibat untuk benar benar menjaga kualitas dari produk yang nantinya akan didistribusikan ke masyarakat.

Berita Lainnya

Geez & Ann, cerita cinta remaja yang puitis

Minggu, 07 Mar 2021 18:34 WIB

Maksud Jokowi baik, ajak cinta produk lokal

Sabtu, 06 Mar 2021 15:13 WIB