sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Imbas pemadaman, DPR lirik pembangkit listrik tenaga nuklir

PLTN dinilai memiliki berbagai keunggulan jika dibandingkan pembangkit listrik jenis lainnya.

 Alfiansyah Ramdhani
Alfiansyah Ramdhani Selasa, 06 Agst 2019 18:41 WIB
Imbas pemadaman, DPR lirik pembangkit listrik tenaga nuklir
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 113134
Dirawat 37598
Meninggal 5302
Sembuh 70237

DPR akan mendorong pengembangan Pembangkit listrik Tenaga Nuklir (PLTN) untuk masuk ke dalam sistem kelistrikan nasional. Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi mengatakan, langkah itu diambil berkaca pada musibah pemadaman listrik serentak yang melanda DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Bali, beberapa hari lalu. 

"Jadi, kita dorong kejadian (pemadaman listrik masif) yang terjadi kemarin kita ambil hikmahnya," ujar Kurtubi kepada wartawan di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/8). 

Kurtubi mengatakan, PLTN memiliki kelebihan untuk dijadikan penghasil listrik. Menurutnya, PLTN adalah pembangkit listrik yang cukup andal, bersih, dan memiliki biaya yang kompetitif jika dengan batu bara. 

Lebih jauh, Kurtubi mengatakan, PLTN merupakan jawaban atas kemajuan sektor industri dan meningkatnya kebutuhan listrik di Tanah Air. "MRT dan LRT bahkan bus-bus umum menggunakan listrik, menyusul kendaraan pribadi untuk udara yang lebih bersih," ujar politikus NasDem itu. 

Sponsored

Wakil Ketua Komisi VI Dito Ganinduto menanggapi rencana tersebut dengan positif. Dito menilai, PLTN merupakan pembangkit listrik yang ramah lingkungan dengan harga jual listrik per KWH yang jauh lebih rendah ketimbang listrik yang dihasilkan pembangkit jenis lainnya. 

Jika pemerintah sepakat, Dito mengatakan, pengembangan PLTN bisa dimasukkan ke dalam Rancangan Undang-Undang Perseroan Terbatas (RUU PT). Namun, hal itu menjadi kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM). "Jadi, tergantung Kementerian ESDM akan memasukan PLTN ini ke dalam RUU PT," kata dia. 

 

Berita Lainnya