logo alinea.id logo alinea.id

Imbauan Jokowi di Sentul disebut picu salah tafsir

"Semacam izin tak tertulis untuk bertarung membela Jokowi dengan cara apapun, termasuk dengan kekerasan."

Robi Ardianto
Robi Ardianto Senin, 06 Agst 2018 12:29 WIB
Imbauan Jokowi di Sentul disebut picu salah tafsir

Imbauan Presiden Joko Widodo kepada para pendukungnya di Sentul Internasional Convention Center (SICC) untuk tidak takut jika ada yang mengajak berkelahi, menuai kritik dari berbagai pihak. 

Salah satunya, Pengamat Politik Universitas Telkom Dedi Kurnia Syah mengatakan pidato Jokowi kurang tepat, karena bisa disalahartikan oleh publik sebagai ujaran kebencian. Imbauan itu juga bisa memicu salah tafsir bagi pendukung Jokowi. "Ini semacam izin tak tertulis untuk bertarung membela Jokowi dengan cara apapun, termasuk dengan kekerasan," katanya kepada Alinea.id, Senin (6/8). 

Jika dilihat dari latar belakang kejadiannya, di mana ajakan itu dilontarkan di hadapan relawan, Dedi menyebut, bisa dikategorikan provokasi. Apalagi bagi masyarakat awam, ucapan itu diramal bisa menghasilkan sikap yang provokatif.

"Jokowi seharusnya tidak membangun iklim pertarungan, tetapi justru sebaliknya," ujarnya. 

Sponsored

Direktur riset demokrasi dan isu politik Universitas Telkom itu juga melihat, kejadian itu berpotensi dimanfaatkan kubu lawan untuk membuat kegaduhan wacana baru. Jokowi bisa dituding sebagai sosok yang mengamini tindakan kader Parpol yang mengusungnya tersebut. 

"Selain itu juga bisa diartikan gemar menyerang dan mengintimidasi," ujar dia. 

Kendati demikian, bagi kalangan terdidik, kata yang dipilih Jokowi dianggap tidak terlalu bermasalah.