sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Indeks KUB Jatim di bawah nasional, begini reaksi Khofifah

Indeks KUB Jawa Timur mencapai 73,7, kalah dengan dengan nasional yang mencapai 73,83.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Minggu, 15 Des 2019 00:16 WIB
Indeks KUB Jatim di bawah nasional, begini reaksi Khofifah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bereaksi begitu mengetahui Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Jawa Timur di bawah nasional.

Indeks KUB Jawa Timur mencapai 73,7, kalah dengan dengan nasional yang mencapai 73,83. Ironisnya lagi, Indeks KUB Papua Barat bisa mencapai 82,1, jauh meninggalkan Jawa Timur.

Khofifah menyebut hal itu biasa terjadi karena dampak dari dinamika. Untuk itu, masyarakat diminta tetap menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Itulah dinamika. Meski demikian, kami akan terus berkomunikasi kembali, mari terus menjaga Jawa Timur tetap guyub,” kata Khofifah, di Gedung Grahadi, Jumat (13/12).

Khofifah menegaskan, untuk menjaga kerukunan beragama tidak hanya tugas pihak keamanan dan tokoh agama. Melainkan tugas bersama sehingga kondusifitas Jawa Timur tetap terjaga.

Salah satu upaya menjaga keharmonisan dan kerukunan adalah, selalu melakukan komunikasi dengan sejumlah elemen masyarakat. Komunikasi tidak hanya berbentuk seremonial saja. Melainkan terus menerus melakukan komunikasi.

“Tidak boleh berhenti berkomunikasi dengan tokoh masyarakat dan elemen masyarakat. Kami keliling, sebetulnya unlimited. Di mana saja, nilai-nilai keguyuban, nilai-nilai kerukunan saya rasa harus terus kita dorong,” ujarnya.

Selain Jawa Timur, ada beberapa daerah yang nilainya lebih rendah dari nasional yakni, Kalimantan Timur dengan skor 73,6, Gorontalo dengan skor 73,2, dan DKI Jakarta dengan skor 71,3. Sedangkan Provinsi Aceh paling rendah dengan skor 60,2.

Sponsored

Sebelumnya Kementerian Agama merilis Indeks KUB 2019 yang naik berdasarkan survei Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag.

"Angka ini meningkat jika dibanding hasil yang diperoleh tahun lalu sebesar 70,90, tetapi masih rendah jika dibanding perolehan angka indeks 2015, yaitu 75,36," kata Menteri Agama Fachrul Razi di Jakarta, Rabu.

Adapun angka Indeks KUB tahun ini menunjukkan angka rata-rata nasional pada poin 73,83 dari rentang 0-100 atau masuk kategori rukun tinggi.

Menag mengatakan meskipun tren Indeks KUB menurun dibandingkan tahun 2015, tetapi angka selalu berada di atas angka 70 dalam lima tahun terakhir. Angka di atas 70 itu artinya kerukunan dalam kategori tinggi.

Indeks KUB mengukur tingkat kerukunan umat agama di Indonesia. Terdapat tiga hal yang diukur melalui indeks itu, yaitu toleransi dengan skor 72,37, kesetaraan (73,72) dan kerja sama (75,40) di antara umat beragama.

Menteri Agama bersyukur dengan skor kerukunan di Indonesia yang menandakan dalam kondisi baik dalam kurun lima tahun terakhir. Kendati begitu, penting untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi kerukunan umat beragama. Seiring dengan itu kerukunan umat beragama perlu untuk ditingkatkan.

Kementerian Agama, kata dia, saat ini sedang menyiapkan kebijakan penyusunan program dan kegiatan di setiap satuan kerja agar terjadi peningkatan Indeks KUB.

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud mengatakan survei skor KUB akan terus dilakukan setiap tahun karena hal itu dinilai penting.

Kementerian Agama menggunakannya untuk mengambil kebijakan-kebijakan di setiap program yang dijalankan. Selain kalangan internal, survei ini juga dimanfaatkan lembaga-lembaga lain di luar Kemenag, seperti Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Bappenas juga menggunakan indeks ini untuk disandingkan dengan indeks-indeks lainnya dalam penyusunan rencana pembangunan," katanya. (Ant)

Berita Lainnya