sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia dan peluang pemanfaatan energi terbarukan

Pemuda memiliki peran strategis dalam pengembangan energi terbarukan.

Silvia Nita Nur Aryanti
Silvia Nita Nur Aryanti Kamis, 11 Feb 2021 23:07 WIB
Indonesia dan peluang pemanfaatan energi terbarukan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Darma mengatakan, energi terbarukan (ET) merupakan harapan dalam transisi energi dunia untuk mengurangi emisi karbon pada 2050 mendatang.

Surya menjelaskan, Indonesia dapat memenuhi pengurangan emisi jika dapat meningkatkan pemanfaatan ET sampai 50% dalam Bauran Energi Nasional 2050.

Kebijakan Energi Nasional (KEN) Indonesia saat ini telah mencanangkan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan sampai 31% tahun 2050 dan 23% pada 2025.

“Saat ini peran ET baru mencapai sekitar 10%. Hal itu berarti adanya peluang pemanfaatan yang sangat besar untuk ET dan bisnis yang terkait dengannya,” ucap Surya, Kamis (11/2).

Dijelaskan dia, tren trasisi energi dari fosil ke energi terbarukan ini tentu saja semakin membuka lebar untuk merintis perusahaan atau entitas bisnis yang bergerak di bidang ET.

“Oleh karena itu, anak muda sudah harus memikirkan rencana yang akan dilakukan di masa depan, agar berdampak signifikan akibat kesalahan perencanaan dan peran yang dimainkannya sekarang.” ujarnya.

Anak muda, lanjut Surya, memiliki peran strategis dalam pengembangan energi terbarukan. Salah satunya yaitu etrlibat di bidang pendidikan, penelitian, dan usaha.

Dia menambahkan, sektor energi terbarukan juga memerlukan lebih banyak wirausaha muda. Adapun langkah awal yang dapat dilakukan oleh anak muda dalam pengembangan ET yakni dengan melakukan sosialisasi dan promosi secara masif tentang potensi dan pemanfaatan energi terbarukan.

Sponsored

“Banyak sekali upaya untuk membangun bisnis pemula jika tidak ikut bekerja pada perusahaan energi terbarukan yang sudah ada. Termasuk yang paling penting adalah sosialisasi betapa pentingnya energi terbarukan untuk masa yang akan datang,” jelas Surya.

Dengan demikian, Surya menilai tidak perlu ada kebijakan khusus yang mengatur keterlibatan anak muda dalam pengembangan energi terbarukan.

“Kebijakan sama saja, tapi akan banyak sekali manfaat yang harus diambil anak muda,” ujarnya.

Berita Lainnya