sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia kembali terima kedatangan 1,8 juta dosis vaksin Sinovac

Dengan ketibaan vaksin pada Kamis, maka telah terdapat total tiga juta vaksin Covid-19 milik Sinovac yang berada di Indonesia.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 31 Des 2020 13:35 WIB
Indonesia kembali terima kedatangan 1,8 juta dosis vaksin Sinovac
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menerima kedatangan 1,8 juta dosis vaksin Covid-19 milik Sinovac di Indonesia pada Kamis (31/12).

"Pada hari ini telah tiba 1,8 juta vaksin Sinovac di Indonesia," jelas Menlu Retno dalam pengarahan media secara virtual dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Untuk selanjutnya, Menlu Retno menyatakan vaksin tersebut dikirim ke Bio Farma di Bandung untuk disimpan sesuai dengan protokol penyimpanan vaksin secara aman, sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Ini merupakan pengiriman batch kedua, setelah pengiriman batch pertama sebesar 1,2 juta dosis pada 6 Desember 2020," ujarnya.

Dengan ketibaan vaksin pada hari ini, maka telah terdapat total tiga juta vaksin Covid-19 milik Sinovac yang berada di Indonesia.

Menlu Retno menyampaikan dalam waktu dekat, diharapkan 15 juta dosis bulk vaccine dari Sinovac, yang kemudian dimanufaktur oleh Bio Farma, tiba di Tanah Air.

Dalam kesempatan yang sama, Menkes Budi menuturkan, pemerintah mengharapkan, sebelum aktivitas pekerjaan warga Indonesia berjalan pada Januari 2021, otoritas sudah bisa mendistribusikan vaksin ke 34 provinsi.

Dia menambahkan, distribusi tersebut dimaksudkan untuk program vaksinasi yang memprioritaskan para tenaga kesehatan.

Sponsored

"Program vaksinasi adalah salah satu strategi utama untuk mengatasi, tetapi jangan lupa untuk selalu menaati protokol kesehatan yang lain seperti mencuci tangan, menjaga jarak aman, dan menggunakan masker," kata Menkes Budi.

Berita Lainnya