sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia peringkat 2 kasus TBC terbanyak, Kepala Bappenas: ini berita sedih

Indonesia hanya berada satu peringkat di bawah China.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 31 Mei 2021 17:43 WIB
Indonesia peringkat 2 kasus TBC terbanyak, Kepala Bappenas: ini berita sedih

Menteri Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan, selain pandemi Covid-19, krisis kesehatan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah lonjakan insidensi penyakit tuberkulosis (TBC).

Bahkan, Indonesia saat ini berada di peringkat ke-2 di dunia dengan tingkat pertumbuhan kasus positif baru sebanyak 312 orang setiap 100.000 penduduk. Indonesia hanya berada satu peringkat di bawah China.

"Hari ini kita naik ke peringkat kedua. Ini berita sedihnya. Dengan insidensi 312 orang per 100.000. Ini serius sekali karena angkanya sedikit sekali nyundul China," katanya saat rapat dengan Banggar DPR, Senin (31/5).

Untuk itu, pemerintah menargetkan pada 2022 angka insidensi TBC dapat ditekan hingga menjadi 231 orang per 100.000 penduduk 

"Terkait penurunan insidensi TBC mudah-mudahan bisa turun ke 231 per 100.000 penduduk," ujarnya.

Selain itu, untuk penyakit malaria yang juga menjadi tantangan pemerintah di bidang kesehatan ditargetkan dapat dieliminasi di 365 kabupaten/kota yang ada di Indonesia pada 2022. Saat ini, baru dapat dieliminasi di 312 kabupaten/kota.

"Dan untuk kusta kita harap bisa tereliminasi di seluruh Indonesia. Saat ini baru di 368 kabupaten/kota," ucapnya.

Sementara itu, pemerintah juga menargetkan pada 2022 imunisasi dasar lengkap dapat mencakup 71% penduduk anak-anak, meningkat dibandingkan saat ini yang baru sebesar 57,9%.

Sponsored

"Ini penting sekali terkait stunting, karena anak-anak yang tdm dapat imunisasi dasar lengkap akan berisiko mendapatkan stunting 7-8 kali," ucapnya

Adapun, stunting diharapkan bisa turun menjadi 18,4% di 2022 dan 2024 bisa 14%. Kemudian, angka kematian ibu dapat ditekan menjadi 205 per 100.000 kelahiran hidup.

"Rumah Sakit rujukan nasional dari angka 14 dapat meningkat menjadi 19 di 2022. Dan puskesmas yang terpenuhi sembilan jenis tenaga kesehatan jumlahnya bisa dua kali lipat dari sekarang yang 39,9% menjadi 71%," tuturnya.

Berita Lainnya