sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia terima hibah alutsista dari AS

Kemhan akan mendapat hibah 14 drone ScanEagle dan upgrade (meningkatkan kemampuan) tiga unit Helikopter Bell 412 dari pemerintah AS.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 26 Feb 2020 14:06 WIB
Indonesia terima hibah alutsista dari AS
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Komisi I DPR dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) membahas hibah Scan Eagle UAV dan Program Bell-412 Helikopter Equipment dari pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk TNI AL.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Sakti Wahyu Trenggono memaparkan, Kemhan akan mendapat hibah 14 drone ScanEagle dan upgrade (meningkatkan kemampuan) tiga unit Helikopter Bell 412 dari pemerintah AS.

"Kami menyampaikan permohonan persetujuan penerimaan hibah 14 drone Scan Eagle UAV dan upgrade Helikopter Bell 412 dari Pemerintah AS," kata Trenggono saat Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).

Pemerintah AS sejak 2014 sampai 2015 menawarkan program hibah (FMF) kepada TNI. Atas dasar itu, maka pada 2017, TNI AL mengambil program FMF Hibah tersebut berupa Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan upgrade Helikopter Bell 412.

Sebagai tindak lanjut atas penawaran itu, sesuai ketentuan Kemhan membentuk tim pengkaji untuk melakukan penilaian apakah barang tersebut layak diterima dari aspek teknis, ekonomis, politis, dan strategis. Berdasarkan kajian tersebut Kemhan memutuskan akan menerima program hibah ini. 

  "Drone ScanEagle memiliki nilai US$28,3 juta, dibutuhkan TNI AL untuk meningkatkan kemampuan ISR (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) maritim guna memperkuat pertahanan negara," paparnya.

Trenggono menjelaskan, ScanEagle adalah bagian dari ScanEagle Unmanned Aircraft Systems, yang dikembangkan dan dibangun oleh Insitu Inc., anak perusahaan The Boeing Company. UAV didasarkan pada pesawat miniatur robot SeaScan Insitu yang dikembangkan untuk industri perikanan komersial.

"ScanEagle akan digunakan untuk melaksanakan patroli maritim, integrasi ISR (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance)," tegasnya.

Sponsored

Sementara itu, upgrade peralatan Helikopter Bell 412 dengan nilai US$6,3 juta dibutuhkan TNI AL untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan meningkatkan kemampuan pertahanan negara. Nantinya Drone ScanEagle ini akan digunakan oleh TNI AL untuk kepentingan khusus.

"Kita hanya keluar dana sekitar Rp10 miliar untuk mengintegrasikan dan memastikan keamanan data dari peralatan ini dengan alutsista lainnya. Nanti PT LEN yang akan bertugas untuk integrasikan," sambung dia.

Berdasarkan catatan Trenggono, di kawasan Asia Tenggara-Pasifik sendiri, drone ScanEagle sudah digunakan oleh Angkatan Laut Singapura. Pengguna lainnya adalah AL dan Angkatan Darat Australia.

"Bahkan, ScanEagle milik Militer Australia telah teruji perang (battle proven) di Irak," tegas dia.

Merespons pemaparan Trenggono ini, Komisi I DPR secara prinsip menyetujui keinginan dari Kemhan untuk mendapatkan hibah dari pemerintah AS.

Akan tetapi, Komisi I DPR mengingatkan Kemhan untuk mengedepankan kehati-hatian dan kerahasiaan data, serta tidak membebani APBN dalam setiap penerimaan hibah dari negara asing. 

Berita Lainnya