sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia waspada cuaca ekstrem sepekan ke depan

Berdasarkan hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini, menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat untuk sepekan ke depan.

Syamsul Anwar Kh
Syamsul Anwar Kh Minggu, 05 Jan 2020 08:47 WIB
Indonesia waspada cuaca ekstrem sepekan ke depan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 130718
Dirawat 39017
Meninggal 5903
Sembuh 85798

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai bencana hidrometereologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin. Cuaca ekstrem diprediksi masih akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap, berdasarkan hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini, menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat untuk sepekan ke depan.

Hal ini dipengaruhi oleh berkurangnya pola tekanan rendah di belahan bumi utara (BBU) dan meningkatnya pola tekanan rendah di wilayah belahan bumi selatan (BBS).

"Peristiwa ini mengindikasikan terjadinya peningkatan aktifitas Monsun Asia yang dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia," kata Deputi Bidang Metereologi BMKG, R Mulyono Prabowo di Jakarta, Minggu (5/1).

Kemudian, meningkatnya pola tekanan rendah di BBS yang terletak di sekitar Australia, dapat membentuk pola konvergensi atau pertemuan massa udara dan belokan angin menjadi signifikan serta meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator. Mulyono menambahkan, berdasarkan model prediksi, aktifitas Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah diprediksikan mulai aktif di sekitar wilayah Indonesia selama periode sepekan ke depan.

"Kondisi ini tentunya dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Indonesia," sambungnya.

Merujuk pada kondisi di atas, BMKG memprakirakan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.

Kemudian Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua.
 
Kondisi cuaca di atas juga berdampak pada gelombang yang bisa mencapai 2,5 meter di sejumlah perairan di Nusantara seperti Laut Natuna, Laut Jawa bagian timur, perairan utara Kep ulauan Anambas, perairan selatan Jawa Barat hingga Sumba. serta peraian timur Indonesia 

"Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada," tandasnya.

Sponsored
Berita Lainnya