sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ini jawaban BPOM soal varian baru Covid-19 

Varian baru B117 telah masuk ke Indonesia sejak Kemenkes mendeteksi dua kasus varian baru dari Inggris itu pada Selasa (2/3) malam.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Jumat, 26 Mar 2021 07:58 WIB
Ini jawaban BPOM soal varian baru Covid-19 

Covid-19 terus bermutasi dan mengubah sifat/karakternya secara keseluruhan. Varian baru SARS-CoV-2 itu dilaporkan ditemukan di Inggris (B117) dan Afrika Selatan (B1351).

Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizka Andalusia mengaku, belum dapat memastikan bahwa vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini ampuh mencegah seseorang terpapar berbagai varian baru tersebut.

"Kami tidak bisa mengatakan, ini benar-benar ampuh terhadap semua strain ya. Selama kami tidak mempunyai pembuktian suatu uji klinik. Kita tahu bahwa virus ini adalah virus yang baru," ucapnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (25/3).

Diketahui, varian baru B117 telah masuk ke Indonesia sejak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan mendeteksi dua kasus varian baru dari Inggris itu pada Selasa (2/3) malam. BPOM masih melakukan pengawasan dan pengamatan terhadap efikasi (kemanjuran) vaksin Covid-19 yang telah tersedia. Juga melakukan pengawasan dan pengamatan terhadap semua varian baru Covid-19 yang ditemukan di berbagai negara.

Merujuk hasil laporan ujicoba di Afrika Selatan, vaksin Covid-19 AstraZeneca disebut masih memiliki kemanjuran dalam menangkal seseorang terpapar varian baru B1351. Namun, kata dia, memang ada penurunan kemanjurannya.

"Kalau beberapa vaksin yang sudah diuji cobakan di daerah-daerah yang populasi dengan strain virus baru (varian B1351) itu tinggi di Afrika, jawabannya vaksin AstraZeneca. Dari data yang disampaikan kepada WHO, bahwa vaksin tersebut masih memiliki potensi untuk mencegah orang yang terinfeksi virus dengan varian baru tersebut," tutur Lucia.

Dia menjelaskan, berbagai perusahaan vaksin juga masih melakukan penelitian terkait kemanjuran hasil produksinya dalam mencegah varian baru Covid-19.

"Jadi, ini masih terus berkembang, penelitian dari semua vaksin masih belum selesai, apakah itu Pfizer, AstraZeneca, Sinovac," ujar Lucia.

Sponsored

Sebelumnya, Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menyebut, enam jenis vaksin yang digunakan di Indonesia masih efektif menangkal varian baru Covid-19 Inggris tersebut.

Perinciannya, pemerintah menggunakan produk Sinovac, AstraZeneca, Novavac, dan Pfizer-BioNTech, sedangkan jalur mandiri bakal memakai Moderna dan Sinopharm.

"Kami sampaikan juga, bahwa hingga saat ini tidak ada penelitian atau bukti ilmiah vaksin yang telah digunakan dan vaksin yang telah diproduksi tidak bisa melindungi kita dari virus varian baru ini, sehingga tentunya vaksin yang digunakan ini dalam penanggulangan Covid-19 masih sangat efektif, tentunya tidak terpengaruh terhadap mutasi virus B117 ini," tutur Nadia.

Berita Lainnya

Pemkot Kediri upayakan tambah ambulans

Sabtu, 10 Jul 2021 18:32 WIB

2 varian Xiaomi Mi MIX 4 muncul di TENAA

Kamis, 29 Jul 2021 15:17 WIB

ICW: Tuntutan 11 Tahun Juliari Sangat Rendah

Kamis, 29 Jul 2021 18:48 WIB