sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ini penyebab penyakit hewan terus bermunculan di Indonesia

Dewasa ini 75% penyakit baru pada manusia bersumber dari hewan atau bersifat zoonosis.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Kamis, 12 Mei 2022 19:31 WIB
 Ini penyebab penyakit hewan terus bermunculan di Indonesia

Penanganan kasus penyakit hewan di Indonesia selama ini berjalan kurang optimal. Ini karena kesehatan hewan masih belum menjadi prioritas dan masih merupakan urusan pilihan bagi pemerintah daerah. 

Kondisi itu, menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Munawaroh, tecermin dari infrastruktur dan kelembagaan kesehatan hewan di daerah masih sangat terbatas. Jumlah SDM teknis kesehatan hewan, yakni dokter hewan dan paramedis, amat terbatas.

Padahal, kata dia, dewasa ini 75% penyakit baru pada manusia bersumber dari hewan atau bersifat zoonosis. Karena itu, jika kesehatan hewan tidak ditangani dengan baik, akan mengancam Kesehatan manusia.

Ia menjelaskan, pada 2019 di Indonesia terjadi wabah African Swine Fever (ASF). ASF adalah penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100%. 

ASF, kata Munawaroh, menghabiskan sebagian besar populasi babi Indonesia. Kerugian ekonomi amat besar. Virus ASF tahan hidup di lingkungan dan relatif lebih tahan terhadap disinfektan.

Lalu, pada 2021 positif penyakit Lumpy Skin Diseases (LSD) menyerang sapi. LSD ini masih mewabah di Provinsi Riau. Rabies, anthrax, brucella, juga flu burung, kata Munawaroh, masih beredar di Indonesia. 

"Melalui kejadian wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) kali ini, saya berharap pemerintah dapat membenahi kelembagaan kesehatan hewan dan menjadikan kesehatan hewan sebagai urusan wajib, bukan urusan pilihan sebagaimana yang terjadi sekarang," tulis Munawaroh dalam sikap PDHI terhadap wabah PMK yang dirilis Kamis (12/5) hari ini. 

Diberitakan sebelumnya, PMK setidaknya telah ditemukan di dua provinsi, yaitu Aceh dan Jawa Timur. Di Aceh ditemukan di dua kabupaten, yaitu Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Sementara di Jawa Timur didapati di empat kabupaten, mencakup Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.

Sponsored

Kementerian Pertanian telah menetapkan enam kabupaten di dua provinsi itu terjangkit wabah PMK pada hewan ternak. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, hewan ternak yang terinfeksi PMK di Jawa Timur sebanyak 3.205 ekor dengan kasus kematian mencapai 1,5 persen. PMK di Aceh sebanyak 2.226 ekor dengan kasus kematian 1 ekor.

Berita Lainnya