sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Integrasi transportasi umum tekan kemacetan Jakarta

Pembangunan infrastruktur bila terus dilakukan disebut Gubernur Anies dapat mengurangi kemacetan.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 18 Jun 2019 14:31 WIB
Integrasi transportasi umum tekan kemacetan Jakarta

Integrasi transportasi umum di Jakarta diklaim telah berhasil mengurangi tingkat kemacetan. Pilihan masyarakat dalam berkendara pun telah berubah, kini masyarakat lebih memilih kendaraan publik. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, integrasi transportasi umum telah mengurangi tingkat kemacetan Jakarta karena peralihan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke kendaraan publik.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) pun telah meminta PT Transjakarta untuk berintegrasi dengan kendaraan umum lainnya seperti: kereta api maupun Moda Raya Terpadu (MRT). Selain transportasi yang terintegrasi beroperasinya rute flyover dan underpass juga membantu mengurangi kemacetan. 

"Desain baru di jalan protokol ikut membantu ," kata Anies.

Ke depan pembangunan infrastruktur bila diteruskan dapat mengurangi kemacetan lebih lanjut. Gubernur Anies menyebut hal tersebut sebagai progres yang positif dan akan terus dilakukan pada tahun mendatang. 

Sebelumnya, Tom Tom Traffic Index menyebut tingkat kemacetan Jakarta berkurang pada tahun 2018. Indeks ini menempatkan Jakarta sebagai kota dengan kemacetan parah ketujuh di dunia atau turun dari peringkat keempat pada 2017. 

"Percaya atau tidak, lalu lintas beberapa kota semakin membaik dari waktu ke waktu! Tom Tom Traffic Index melaporkan tingkat kemacetan menurun di Jakarta," tulis akun Twitter @TomTom. 

Tingkat kemacetan rata-rata di Jakarta adalah 53% pada 2018. Kemudian turun 8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan rata-rata 61%.

Sponsored

Adapun Tom Tom Traffic Index dihitung dari data GPS anonim yang dikumpulkan melalui perangkat navigasi sistem dasbor mobil dan smartphone. 

Lebih lanjut, dari 403 kota yang di peringkat dari 56 negara di enam benua, kota paling padat adalah Mumbai di India (65%), diikuti oleh Bogota di Kolombia (63%), Lima di Peru (58%), New Delhi di India (58) dan Moskow (56%). 

Anies menyebut, hasil survei TomTom tersebut dilakukan pada 2018. Artinya, pengurangan angka kemacetan tersebut belum ada kontribusi kehadiran MRT Jakarta.

"Mudah-mudahan tahun ini lebih tinggi (penurunannya), karena 8% itu angka pada 2018 sebelum ada MRT. Mudah-mudahan dengan adanya MRT tahun ini lebih baik lagi," kata Anies.

Namun mantan Menteri Pendidikan ini belum menargetkan persentase pengurangan lalu lintas pada tahun ini. 

"Belum ada, karena ini rangking artinya bukan hanya Jakarta, tapi kota lain. Kalau Jakarta turun dan tapi kota lain turunnya lebih jauh ya rankingnya berubah," ucap dia.

 

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Gelora dan politik kanibal pemecah PKS

Rabu, 20 Nov 2019 19:35 WIB
Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Sepak terjang militer di pucuk pimpinan PSSI

Selasa, 19 Nov 2019 21:07 WIB