sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tergiur suku bunga tinggi, puluhan warga Halmahera tertipu

Belum satupun nasabah yang merasa dirugikan membuat pengaduan resmi ke polisi.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Senin, 05 Nov 2018 11:59 WIB
Tergiur suku bunga tinggi, puluhan warga Halmahera tertipu

Puluhan warga yang tersebar di Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut) menjadi korban investasi bodong PT Global Investasi (GI) karena terpengaruh suku bunga tinggi. Para korban yang melakukan aksi demonstrasi mengamuk karena uangnya tidak dicairkan.

Kasat Reskrim Polres Kabupaten Halmahera Utara, AKP Rusli Mangoda, membenarkan adanya puluhan warga korban investasi bodong yang mengamuk karena manajemen PT GI belum mencairkan dana yang dijanjikan ke nasabahnya. 

“Karena itu, kami saat ini telah membuka posko pengaduan korban investasi ilegal pada beberapa waktu lalu,” kata Rusli di Ternate, Senin, (5/11).

Hanya saja, hingga saat ini belum satupun nasabah yang merasa dirugikan membuat pengaduan resmi ke posko pengaduan yang telah dibuat kepolisian, namun pihaknya juga akan menindaklanjuti jika sudah ada laporan resmi agar bisa dicari solusinya.

"Memang sudah ada yang menyampaikan namun mereka belum mau membuat laporan resmi di posko pengaduan," katanya.

Sebelumnya, janji pencairan bunga yang sudah ditunggu berbulan-bulan memicu amarah warga dan mengakibatkan puluhan nasabah mengamuk di depan rumah pengelola investasi yang terletak di desa Gamsungi kecamatan Tobelos sejak Minggu, (4/11).

Kekesalan nasabah juga disebabkan karena keberadaan pengelola hingga saat ini tidak diketahui para nasabah, dan dianggap telah lari dari tanggungjawab pelunasan pembayaran Investasi PT GI.

Salah seorang nasabah PT GI, Abbas, mengakui hampir rata-rata menginvestasikan modalnya di atas Rp50 juta sehingga jika ditotalkan secara keseluruhan mencapai lebih dari Rp1 miliar uang yang telah di raup oleh PT GI dengan cara menipu para nasabahnya.

Sponsored

“Kami hanya minta pengembalian uang yang di jadikan modal sesuai dengan apa yang telah dijanjikan,” ujar Abbas. (Ant)