sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

IPK anjlok, Komisi III: Imbas sentimen negatif di media

Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia merosot ke peringkat 102 pada 2020.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Jumat, 29 Jan 2021 14:23 WIB
IPK anjlok, Komisi III: Imbas sentimen negatif di media

Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani, merasa merosotnya indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia ke peringkat 102 tidak terlepas dari sentimen negatif yang beredar di media massa dan media sosial terhadap komitmen dan kerja pemberantasan korupsi lembaga penegak hukum.

"Namanya juga persepsi, maka tidak terlepas dari pemberitaan di ruang publik. Kalau ruang publiknya diisi dengan narasi yang selalu negatif dan tidak banyak apresiatifnya, maka ini juga akan membentuk persepsi negatif yang sedikit banyak akan mempengaruhi indeks persepsinya," katanya kepada Alinea.id, Jumat (29/1).

Terlepas dari itu, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai, laporan anjloknya skor IPK Indonesia perlu menjadi bahan evaluasi lembaga penegak hukum dan pemerintah. Namun, publik diharap tidak merisaukan kinerja penberantasan korupsi bakal mandek dengan adanya laporan IPK tersebut.

"Tidak usah juga kita buru-buru menghakimi jajaran penegak hukum atau pemerintahan saat ini, bahwa seolah-olah pemberantasan korupsi mati, tidur, atau mandek," ucap Arsul.

Baginya, pemerintah dan lembaga penegak hukum perlu melakukan tindakan korektif terhadap langkah pemberantasan korupsi. Salah satu caranya, kata dia, menuntaskan pengusutan kasus yang menarik perhatian publik.

"Jangan ada limitasi sampai kepada orang tertentu saja penanganannya. Kedua, tunjukkan sinergitas 3 lembaga Polri, KPK, Kejagung dalam pemberantasan korupsi," terang Arsul.

"Itu yang perlu kita dengungkan di ruang publik, bukan asyik mencari penyebab turunya indeks terebut sambil jelekkan sana-sini pejabat tertentu secara personal karena misalnya dari awal sudah tidak senang," papar Arsul.

Transparency International Indonesia (TII) sebelumnya memaparkan skor CPI Indonesia turun tiga poin dari 40 di 2019 menjadi 37 pada 2020. Peringkatnya pun anjlok 85 ke 102 dari 180 negara. Selain itu, juga menganalisis perihal korupsi dan kemunduran demokrasi.

Sponsored

Riset yang turut pakai data CPI 2020 menunjukan, korupsi berkontribusi pada kemunduran demokrasi selama pandemi Covid-19. Menurut KPK, pihaknya akan semua catatan TII tersebut.

Dalam menentukan skor CPI Indonesia, ada sembilan sumber data yang digunakan. Perinciannya, Political Risk Service, Global Insight Country Risk Ratings, dan Economist Intelligence Unit country risk service.

Lalu, IMD Business School World Competitiveness Yearbook, World Economic Forum Executive Opinion Survey, Political and Economic Risk Consultancy, Bertelsmann Stiftung Transformation Index, Varieties of Democracy Project, dan World Justice Project Rule of Law Index.

Berita Lainnya