sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Istri terduga teroris lempar 2 bom dari atap rumah

Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah diduga melemparkan bom ke arah rumah warga dari atap rumahnya di Sibolga.

Sukirno
Sukirno Rabu, 13 Mar 2019 04:41 WIB
Istri terduga teroris lempar 2 bom dari atap rumah

Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah diduga melemparkan dua bom ke arah rumah warga dari atap rumahnya di Sibolga.

Bom itu kemudian meledak dua kali berturut-turut pada Rabu (13/3) dini hari pukul 01.20 WIB. Di dalam rumah, hanya ada istri dan anak Husein yang berusia 3 tahun.

Polisi langsung melakukan evakuasi kepada warga yang masih berada di sekitar lokasi pasca kembali meledaknya bom dari rumah terduga teroris di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Siboga, Sumatra Utara.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya ledakan bom berikutnya. "Kami meminta kepada seluruh masyarakat agar segera meninggalkan lokasi, karena warga yang tinggal di sekitar ledakan sudah dievakuasi semuanya. Kami minta agar warga segera meninggalkan tempat ini demi keselematan kita bersama," kata polisi kepada warga yang ada di sekitar lokasi, Rabu (13/3) dini hari.

Ledakan dasyat dua kali berturut-turut itu membuat warga panik dan berhamburan. Pasalnya sejak sore hari dilakukan negoisasi antara pihak Polisi dengan istri terduga teroris belum ada hasil sampai bom meledak.

Sementara itu informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, bahwa diduga banyak bom di rumah terduga teroris itu.

Sehingga polisi khususnya Densus 88 dan Gegana harus berhati-hati dalam melakukan tindakan. Selain itu juga, rumah tersangka teroris itu berada di kawasan padat penduduk.

Terduga teroris Sibolga Abu Hamzah sudah diamankan Densus 88, Selasa (12/3) sore. Hanya saja istri terduga teroris bertahan di rumahnya bersama dengan satu orang putranya yang masih berusia tiga tahun.

Sponsored

Berbagai upaya sudah dilakukan polisi, termasuk membujuk agar istri terduga mau menyerahkan diri, apalagi menyelamatkan anaknya yang masih balita.

Sampai saat ini wartawan belum diperkenankan masuk ke lokasi kejadian ledakan, dan informasi dari pihak kepolisian juga belum bisa diperoleh. (Ant).