sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

ITF Sunter mandek, Jakpro diminta cari rekan baru

Takada pekerjaan fisik sejak peletakan batu pertama, Desember 2018.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Selasa, 25 Feb 2020 06:34 WIB
ITF Sunter mandek, Jakpro diminta cari rekan baru
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro diminta mencari rekanan anyar dalam membangun fasilitas pengelola sampah (intermediate treatment facility/ITF) di Sunter. Mengingat proyek mandek sejak peletakan batu pertama, Desember 2018, hingga kini.

"Sebaiknya cari partner baru. Supaya program rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) jalan," kata Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Prabowo Soenirman, Senin (24/2). 

Untuk membangun ITF Sunter, Jakpro menggandeng Fortum Power Heat and Oy. Perusahaan listrik berbasis di Finlandia.

Menurut Prabowo, langkah tersebut cukup urgen. Lantaran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), diprediksi takmampu menampung sampah Ibu Kota.

"Jakpro jangan menahan-nahan pembangunan. Sampah di Jakarta sudah melebihi kapasitas Bantar Gebang,” ucap politikus Partai Gerindra ini.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, sampah Jakarta ke Bantar Gebang mancapai 5.600 ton per hari pada 2013. Setahun berselang, menjadi 5.664 ton per hari. Kemudian 6.400 ton (2015), 6.500 ton (2016), 6.875 ton (2017), 7.500 ton (2018), dan 7.800 ton (medio 2019).

Direktur Pengembangan Bisnis PT Jakpro, Hanief Arie Setianto, sebelumnya mengaku, pembangunan fisik ITF Sunter. Dalihnya, kerja sama dengan lembaga keuangan belum rampung. "Makanya, sampai sekarang belum ada progres," ujarnya.

Salah satu masalahnya, tambah dia, pembahasan aspek komersialisasinya. Meski PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN telah bersepakat membeli setrum yang dihasilkan nantinya.

Sponsored

Perusahaan pelat merah Ibu Kota ini sendiri menargetkan pembangunan ITF Sunter selama tiga tahun. Diklaim mampu mengolah 2.200 ton sampah Jakarta per hari.

Fasilitas tersebut diproyeksikan menubah sampah menjadi setrum berkapasitas 35 megawatt per jam. Pun mampu mereduksi 80-90 persen dari bobot sampah yang masuk.

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya