sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jabar dan Banten tidak berlakukan PSBB total

Anies menilai, Jabar dan Banten memiliki caranya sendiri dalam menyelesaikan pandemi Covid-19.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Minggu, 13 Sep 2020 10:04 WIB
Jabar dan Banten tidak berlakukan PSBB total
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 291182
Dirawat 61839
Meninggal 10856
Sembuh 218487

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku, tidak mempermasalahkan jika Jawa Barat (Jabar) dan Banten tak berlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total. Sebab, setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda-beda dalam menghadapi pandemi Covid-19. 

"Tadi juga hadir Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, meskipun pengaturannya di level wali kota dan bupati. Karena memang ini adalah kewenangan mereka. Dan tiap-tiap wilayah punya tantangan yang berbeda," kata Anies usai rakor bersama sejumlah menteri dan kepala daerah di Jabodetabek, Sabtu (12/9) malam. 

Meski menjadi tetangga ibu kota, Anies mengungkapkan, Jabar dan Banten memiliki cara sendiri dalam menyelesaikan pandemi Covid-19. "Setiap daerah memiliki situasi yang berbeda-beda, permasalahan berbeda-beda. Karena itu tidak bisa diseragamkan," ujarnya. "Jakarta juga ketika membuat langkah-langkah itu, melihat situasi kita."  

Anies mengungkapkan, bahwa Gubernur Jabar, Ridwan Kamil merespons positif langkah dan kebijakan DKI. Menurut dia, Jabar akan segera melakukan koordinasi dengan seluruh kepala daerah di sana pada pekan depan untuk membahas penanganan dan pencegahan pandemi Covid-19. 

Sponsored

"Pak Ridwan Kamil juga mengatakan bahwa beliau juga akan bersama-sama dengan kepala daerah di Jabar untuk melakukan koordinasi awal minggu depan," ujar dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengambil keputusan untuk menerapkan kembali PSBB total di Jakarta. Alasannya, lonjakan kasus Covid-19 di ibu kota terus tinggi. 

"Artinya, kita terpaksa memberlakukan PSBB seperti awal pandemi. Inilah rem darurat yang harus kita tarik," kata Anies dalam keterangan pers yang disampaikan di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9) malam,

Berita Lainnya

, : WIB

, : WIB

, : WIB