sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jadi Kepala KSP, Moeldoko jenderal yang kaya tanda jasa

Moeldoko merupakan jenderal terpendek dalam sejarah militer Indonesia yang menjabat sebagai KSAD.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 23 Okt 2019 19:58 WIB
Jadi Kepala KSP, Moeldoko jenderal yang kaya tanda jasa

Presiden Joko Widodo kembali menunjuk mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) dalam susunan Kabinet Indonesia Maju. Sebelumnya, pada Kabinet Kerja Moeldoko menempati posisi yang sama setelah terjadi reshuffle pada 17 Januari 2018. Ia menggantikan Teten Masduki yang saat ini didapuk sebagai Menteri Koperasi dan UKM.

Lahir di Kediri, Jawa Timur pada 8 Juli 1957, Moeldoko mengawali perjalanan karier militernya di sekolah militer Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri). Selama pendidikan, ia memperoleh Bintang Adimakayasa karena dinyatakan sebagai lulusan terbaik Akabri tahun 1981.

Selain itu, Moeldoko juga banyak memperoleh tanda jasa seperti Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya.

Selanjutnya, Moeldoko juga mendapat tanda jasa lainnya seperti Satya Lencana Dharma Santala, Satya Lencana Kesetiaan XXIV tahun, Satya Lencana Kesetiaan XIV tahun, Satya Lencana Kesetiaan VIII tahun, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Wira Dharma, dan Satya Widya Sista. 

Anak bungsu dari 12 bersaudara hasil pernikahan Moestaman dan Masfu’ah ini mengawali karier sebagai Komandan Peleton di Yonif Linud 700 Kodam VII/Wirabuana pada 1981. Nama Moeldoko kemudian melesat sejak menjabat Kasdam Jaya pada 2008.

Kiprahnya dalam operasi militer, suami dari Koesni Harningsih dan ayah dua anak ini pernah mengikuti Operasi Seroja Timor-Timur tahun 1984 dan Konga Garuda XI/A tahun 1995. Ia juga pernah mendapat penugasan di Selandia Baru (1983 dan 1987), Singapura dan Jepang (1991), Irak-Kuwait (1992), Amerika Serikat dan Kanada.

Karir Moeldoko pun semakin meningkat. Ia menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura pada Juni 2010 hingga Oktober 2010. Pada Januari 2010 hingga Juni 2010, ia menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad.

Kemudian, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sejak 20 Mei 2013 hingga 30 Agustus 2013. Moeldoko merupakan jenderal terpendek dalam sejarah militer Indonesia yang menjabat sebagai KSAD. Penyebabnya karena Moeldoko kemudian diangkat sebagai Panglima TNI sejak 30 Agustus 2013 hingga 8 Juli 2015 di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Sponsored

Pada tahun 2015, Moeldoko purna tugas dari jabatannya dan digantikan oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Sejak pensiun dari tentara, Moeldoko terjun ke politik pada 2016. Ia memutuskan bergabung dengan Partai Hanura yang didirikan oleh koleganya Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura (2017-sekarang).

Sementara di bidang pendidikan, Moeldoko pernah meraih gelar doctor Program Pascasarjana Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia pada 15 Januari 2014. Ia lulus dan mendapatkan gelar tersebut dengan predikat sangat memuaskan. Tak hanya itu, Moeldoko juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sejak 2017-2020.

Berita Lainnya